Bojonegoro (Inilah.com) – Jumlah pasien yang terjangkit virus HIV AIDS di Kabupaten Bojonegoro dari tahun 2002 sampai dengan bulan Nopember 2012 sebanyak 265 orang. Dari jumlah tersebut 58 orang meninggal dunia.
Sedangkan untuk tahun 2012 sampai dengan bulan Nopember ini, jumlah penderita HIV AIDS sebanyak 76 orang dan 17 di antaranya meninggal dunia. Dari jumlah tersebut rata-rata terjadi di kalangan buruh dan mereka yang hidup dalam ekonomi rendah alias miskin.
Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Bojonegoro Hariyono mengatakan jika diklasifikasikan menurut umur, rata-rata penderita HIV AIDS didominasi oleh mereka yang berusia 40 sampai dengan 44 tahun yang mencapai 23 orang penderita, sedangkan mereka yang balita yakni usia 5 sampai dengan 9 tahun sejumlah 3 orang penderita.
“Untuk kasus pendeita HIV AIDS anak ini adalah akibat tertular dari orang tua mereka sejak dalam kandungan,” ujar Hariyono, Jumat (14/12/2012).
Sehingga untuk mengurangi jumlah penderita AIDS, dia mengimbau agar sadar dengan kesehatan reproduksi agar tidak terjangkit virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Selain itu, mengintensifkan sosialisasi dan pendidikan dini bagi mereka yang potensial untuk terjangkit virus HIV AIDS.
Suyoto menjelaskan, berdasarkan data yang ada untuk Bojonegoro, penderita AIDS didominasi mereka yang hidup dalam ekonomi menengah kebawah, ia menilai ada dua kemungkinan terjangkitnya virus HIV Aids tersebut, yakni kesadaran mereka yang kurang ataukah mereka mencari penyaluran aktifitas seksual yang murah tanpa memperhatikan kesehatan.
“Ini harus benar-benar dicermati jangan sampai penderita HIV AIDS ini akan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun,” katanya. [beritajatim.com]