(Acehterkini.com) – Belanja Kesehatan Provinsi Aceh sejak tahun 2005 – 2012 terus mengalami peningkatan. Bahkan peneliti dari Public Expenditure Analysis and Capacity Strengthening Program (PECAPP) menemukan bahwa Aceh memiliki belanja perkapita kesehatan tertinggi ke empat di seluruh Indonesia. Namun yang masih menjadi perhatian adalah minimnya tenaga dokter di Aceh. Hal tersebut terungkap dalam diskusi bertemakan “Sehatkah Dana Kita” di 3in1 cafe, Selasa (02/4/2013).


Seorang peneliti PECAPP, dr. Rahmat Suhanda mengatakan jumlah belanja sektor kesehatan seluruh Aceh pada tahun 2012 sebesar 2,3 triliun, naik dari belanja tahun 2011 yakni sebesar 1,9 triliun. Sementara itu  Belanja perkapita Aceh sektor kesehatan mencapai Rp495 ribu pada tahun 2012, atau peringkat ke-4 tertinggi di Indonesia.

“Kondisi ril hari ini ditemukan bahwa seorang dokter di Banda Aceh melayani 2.000 pasien. Konon di Kota Subulussalam ditemukan satu orang dokter melayani 7.000 pasien,” kata Rahmat sembari berharap agar Pemerintah Aceh dapat mencari solusi terhadap pengembangan SDM Kesehatan di Aceh.

Dia menyimpulkan bahwa Aceh memiliki kesempatan untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, jika dilihat dari besaran dana yang dimiliki Aceh saat ini. “Tantangan sumberdaya kesehatan berupa akses sarana kesehatan, distribusi dan jumlah dokter serta alokasi dana otonomi khusus belum sepenuhnya melihat prioritas kebutuhan masyarakat,” kata Rahmat.

Beberapa naraumber dalam diskusi tersebut, Anggota Komisi F DPRA, Fuadi Sulaiman dan Kepala Dinas Kesehatan, M. Yani M.Kes juga mengakui minimnya tenaga dokter di Aceh perlu mendapat perhatian serius.(acehterkini/001)

Sumber : http://acehterkini.com/aceh-kekurangan-dokter-1-orang-tangani-4-000-pasien-peneliti-pecapp/