JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah DKI Jakarta membutuhkan 1.880 dokter primer untuk menjangkau 4,7 juta target peserta kartu Jakarta sehat. Setiap dokter primer bertugas melayani kesehatan setiap 2.500 warga. Harapannya keberadaan dokter primer mampu mengurangi lonjakan pasien yang memeriksakan diri ke puskesmas dan rumah sakit.
“Jadi nanti setiap 2.500 peserta KJS punya dokter pribadi. Dengan demikian, puskesmas akan terkurangi bebannya, rumah sakit juga akan terkurangi. Kami akan fokuskan pelayanan di dokter primer atau dokter keluarga. Makanya kami akan latih mereka bagaimana melakukan prefentif, promotif, dan pelayaan saat peserta sakit,” kata Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Dien Emawati, Kamis (4/4/2013) di Jakarta.
Mengenai mereka yang akan direkrut menjadi dokter primer, Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia. Mereka yang direkrut tidak terkait dengan senior tidaknya dokter. Adapun prioritas pelayanan dokter primer adalah di permukiman kumuh seperti Pademangan dan Cilincing.
“Wilayah seperti itu yang akan jadi prioritas kami. Dengan catatan peserta KJS adalah warga miskin dan warga Jakarta,” kata Dien.
Pemprov DKI bakal mempekerjakan mereka dalam satu bulan ini. Namun sebelum mereka bekerja, Dinas Kesehatan DKI mengevaluasi terlebih dahulu pelayanan KJS di rumah sakit dan puskesmas. Baru kemudian dokter primer dipekerjakan setelah infrastruktur pendukungnya siap. “Termasuk soal gaji dokter primer, kami masih membahasnya,” kata Dien.