New York (Tempo.co) : Perempuan cenderung tak mudah terkena infeksi ketika berada dalam perawatan kesehatan di rumah sakit. Sebuah studi baru menunjukkan perbedaan jumlah koloni bakteri kulit yang dipengaruhi oleh perbedaan jenis kelamin si pasien.
Dalam studi tersebut, 10 dari seribu wanita terkena infeksi aliran darah selama mereka tinggal di fasilitas perawatan kesehatan rumah sakit. Angka ini lebih rendah dibandingkan pria yang mencapai 16 dari tiap seribu pria. Begitu pula infeksi pasca operasi. Infeksi sayatan pada perempuan tercatat 44 tiap 10 ribu wanita. Sementara tingkat infeksi seruapa pada pria adalah 74 per 10 ribu pria.
“Dengan memahami faktor-faktor yang menempatkan pasien pada resiko infeksi, dokter mungkin dapat merancang pencegahan dan strategi pengawasan untuk tingkat infeksi,” kata peneliti Bevin Cohen dari Columbia University School of Nursing. Detil penelitian ini diterbitkan dalam Journal of General Internal Medicine.
Para peneliti meneliti 82 ribu pasien di fasilitas perawatan kesehatan di New York. Mereka sekaligus memperkirakan biaya akibat infeksi ketika menemukan perbedaan yang signifikan dalam resiko infeksi pria dibandingkan wanita. Perbedaan yang terbesar terjadi untuk pasien usia 12 hingga 49 tahun.
Para peneliti mengatakan meskipun tidak diketahui persis bagaimana gender dapat mempengaruhi resiko infeksi, hasil penelitian tetap konsisten. Menurut para peneliti, penjelasan yang mungkin adalah ada perbedaan kolonisasi bakteri kulit. Bisa jadi ada perbedaan anatomi lainnya yang menempatkan laki-laki lebih beresiko tinggi terkena infeksi.
Studi sebelumnya telah ditemukan bahwa kolonisasi bakteri dari kulit disekitar sayatan bedah ternyata jumlahnya lebih besar pada pria dibandingkan pada wanita. Selain itu faktor biologis lainnya juga ikut berperan mempengaruhi resiko infeksi.
Para peneliti menemukan hasil yang mengejutkan pada kasus infeksi aliran darah. Temuan sebelumnya mengatakan bahwa 25 hingga 43 persen dari infeksi tersebut berasal dari infeksi saluran kencing yang lebih sering dibandingkan dengan pria.
LIVE SCIENCE | ISMI WAHID
Sumber : www.tempo.co
{module [153]}