Lensaindonesia.com – Rencana pemangkasan anggaran untuk RSUD Moh. Anwar Sumenep, Madura, yang akan dilakukan oleh DPRD setempat, diyakini akan mempengaruhi pelayanan kepada pasien.
Sebab pelayanan prima itu diyakini berbanding lurus dengan jumlah anggaran yang tersedia.
Direktur RSUD Moh. Anwar Sumenep dr. Fitril Akbar mengatakan, tidak masalah bila memang DPRD memangkas anggaran rumah sakit. Hanya saja pihaknya tidak bisa menjamin pelayanan bisa maksimal, bahkan bisa saja akan semakin buruk.
“Jika itu benar diterapkan, maka pelayanan akan semakin jauh dari kesempurnaan,” tegasnya, Selasa (18/06/2013).
Dikatakan Fitril, memberikan pelayanan kesehatan yang prima sangat bergantung pada anggaran yang ada. Sebab kualitas pelayanan itu tidak lepas dari jumlah besar-kecilnya anggaran.
Dia mencontohkan, kualitas obat-obatan dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni takkan terjadi bila anggaran tidak memadai. “Ini kan semua butuh anggaran. Jadi jika anggaran yang sudah diprediksikan tidak cukup, terpaksa kami akan melakukan efisiensi lagi,” terangnya.
Selain itu, pihaknya mengaku bahwa selama ini rumah sakit telah memberikan pelayanan yang maksimal terhadap semua pasien. Dia juga memastikan tidak ada praktik tebang pilih dalam memberikan pelayan kesehatan kepada semua pasien.
“Bila dinilai masih kurang, kami akan usahakan ke depan pelayanan bisa maksimal,” tukasnya.
Sebelumnya, Anggota Komisi D DPRD Sumenep Dulsiam mengancam akan mengurangi anggaran untuk RSUD Moh. Anwar. Sebab dia menilai pelayanan kesehatan di sana masih jauh dari harapan.
Jika rumah sakit milik pemkab Sumenep itu tidak segera membenahi pelayanan yang sering dikeluhkan pasien, Dulsiam memastikan APBD tahun mendatang, anggaran untuk RSUD akan dikurangi.@rhahmatullah
Sumber : www.lensaindonesia.com
{module [153]}