Banjarnegara (suaramerdeka.com) – Kasus kematian bayi di Banjarnegara pada tahun 2012, menduduki peringkat tertinggi di Jateng dengan 297 kematian setelah melahirkan.


Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Hadi Supeno, saat memberikan materi dalam orientasi program kependudukan dan KB bagi tokoh masyarakat dan tokoh agama, di gedung PKK, Rabu (29/5).

“Dari jumlah kematian tersebut, sebanyak 143 di antaranya meninggal di rumah sakit. Namun itu dikarenakan kelahiran tidak normal. Berat badan rata-rata di bawah dua kilogram dan usia ibunya masih remaja. Yakni antara 14-16 tahun,” ungkapnya.

Wabup juga menyampaikan keprihatinannya karena dari sebanyak 1.200 kelahiran selama setahun lalu, terdapat 750 kelahiran yang tidak diharapkan. Antara lain akibat hubungan seks di luar nikah atau korban pemerkosaan.

“Ini menjadi keprihatinan kita semua karena kenyataan ini ada di depan mata. Belum lagi bahwa sampai dengan 9 April 2013 lalu, sudah tercatat sebanyak 93 bayi meninggal. Ini harus disikapi dan diatasi bersama. Tidak bisa hanya satu sektor namun lintas sektoral dan ada juga peran masyarakat di dalamnya,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap akan tokoh masyarakat dan tokoh agama turut berperan aktif dalam upaya penanggulangan masalah tersebut. Salah satunya melalui KB untuk mengendalikan jumlah penduduk.

( M Syarif SW / CN38 / SMNetwork )

Sumber : www.suaramerdeka.com

{module [153]}