Semarang (suaramerdeka.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng mencatat angka kematian ibu (AKI) tahun 2012 di Jateng mencapai 675 kasus. Jumlah itu lebih banyak tujuh kasus dibandingkan tahun 2011, di mana saat itu AKI hanya 668 kasus.
Untuk menurunkannya, Dinkes menyambut program Expanding Maternal and Neonatal Survival (EMAS) yang mulai direalisasikan di Kabupaten Tegal dan Banyumas. EMAS ini merupakan salah satu program peningkatan kesehatan, khususnya bagi ibu dan anak.
Kepala Dinkes Jateng, Anung Sugihantono menyatakan, kematian ibu saat melahirkan ini dipengaruhi berbagai faktor seperti halnya preeklamsi, pendarahan cukup banyak, serta penyebab lain seperti gagal jantung, TBC, dan radang otak.
“Melalui program EMAS, angka kematian ibu akan diantisipasi dengan cara pendekatan semacam jangkar yang selanjutnya diharapkan bisa mempengaruhi lingkungan sekitar. Hal ini akan melibatkan rumah sakit milik pemerintah maupun swasta,” katanya, Rabu (27/3).
Hingga per 26 Maret lalu, jumlah kematian ibu se-Jateng sudah mencapai 128 kasus. Pihaknya mencontohkan terdapat 53 kasus AKI di Banyumas, angka tersebut pada 2013 ini diharapkan bisa menurun menjadi 30 kasus.
Di luar Banyumas dan Tegal, ada delapan daerah dengan temuan AKI cukup tinggi. Ke delapan daerah ini ialah Kabupaten Pekalongan, Brebes, Cilacap, Grobogan, Pemalang, Boyolali, Batang, dan Kota Semarang.
Tiga dari daerah tersebut akan dipilih untuk bisa memperoleh program EMAS dari United States Agency for International Development (USAID) atau Badan Bantuan Pembangunan Internasional Amerika. Adapun, angka kematian anak tahun 2012 mencapai 6.235 dari 604 kelahiran hidup.
Perwakilan USAID Pusat Jakarta, Evo Diah Iswandi menyatakan, EMAS ini dihadirkan untuk membangun sistem dengan melibatkan rumah sakit pemerintah dan swasta, termasuk jajaran dinas kesehatan.
“Tujuan EMAS ini adalah bagaimana ibu dan anak yang dilahirkan bisa selamat,” tandasnya. EMAS tentu tidak bisa berjalan sendiri tanpa adanya kelompok kerja (pokja) yang beranggotakan jajaran dinas kesehatan.
( Royce Wijaya / CN31 / JBSM )