Dompu (Metrotvnews.com): Angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), menurun selama tiga tahun terakhir. Selama 2013, angka kematian ibu dan bayi masih jauh dari target Millennium Development Goals (MDGs).


Kepala Dinas Kesehatan Dompu Gatot Gunawan mengungkapkan angka kematian ibu saat melahirkan di kabupaten yang berpenduduk lebih dari 250.000 jiwa itu masih di bawah 50 per 100.000 kelahiran hidup.

“Ini hitungan versi kami,” katanya saat ditemui di Pendopo Kabupaten Dompu, Selasa (19/11) malam.

Jika dilihat dari jumlah kejadian, kematian ibu di Dompu pada 2011 mencapai sembilan kasus dari 5.008 kelahiran hidup. Angka itu turun pada tahun berikutnya menjadi lima kasus dari 4.896 kelahiran hidup.

Sampai Oktober 2013 jumlah tersebut terus terpangkas dan baru terjadi dua kasus ibu meninggal dunia saat melahirkan dari 4.238 kelahiran hidup.

Sementara itu, angka kematian bayi lebih fluktuatif. Pada 2011, di kabupaten itu ada 29 bayi yang meninggal. Setahun kemudian angka ini melonjak menjadi 58 kasus kematian. Namun turun lagi selama 2013 ini menjadi 20 kasus.

“Kalau angka ini bisa dipertahankan, pada 2015 kami optimistis akan mencapai target MDGs yang diharapkan, yaitu untuk kematian ibu maksimal 102 per 100.000 dan kematian bayi 23 per 1.000. Walau sulit tercapai, di tingkat nasional hasil penelitian Bappenas merah, sulit tercapai. Tapi Kabupaten Dompu, Insya Allah, optimistis,” tandasnya.

Guna mencapai target MDGs tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu menyebar alat dan tenaga kesehatan, khususnya bidan di semua desa atau kelurahan. Setiap desa/kelurahan ditangani oleh dua-tiga bidan. Pemkab pun meningkatkan kemampuan tenaga medis secara bertahap.

Selain itu, pemkab bekerja sama dengan pihak ketiga, Plan, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.

“Saya sudah lama bekerja sama dengan Plan. Banyak yang Plan lakukan. Antara lain penanggulangan penyakit menular, malaria, TBC paru, infeksi saluran pernapasan atas. Kemudian kita dan Plan sekarang fokus pada sanitasi dan lingkungan sehat bagi masyarakat, terutama mengubah perilaku dengan sanitasi total berbasis masyarakat,” tutur Gatot.

Sumber : http://www.metrotvnews.com/

{module [153]}