MEDAN (Berita): Pemerintah Amerika Serikat melalui program USAID EMAS senilai 55 juta dolar untuk lima tahun ini akan meningkatkan mutu pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit dan puskesmas bagi para ibu dan bayi yang baru lahir.
Konsul Anthony Woods, Wakil Kepala Kantor Konsulat AS bersama Gubernur Sumatra Utara, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Utara, pejabat senior Kementerian Kesehatan RI, Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) dan direktur-direktur RS di Sumatera Utara meresmikan program Expanding Maternal and Newborn Survival (EMAS) di Sumatera Utara pada acara Seminar Tahunan PERSI.
EMAS juga akan mendukung sistem rujukan medis sehingga para ibu dan bayi memperoleh layanan kesehatan secara optimal jika terjadi komplikasi saat kehamilan dan bersalin.
Wakil Konsul Jenderal Antony Woods dalam siaran persnya diterima Berita Rabu (22/2) menyebutkan Amerika Serikat merasa bangga dapat bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan, Pemprov Sumatra dan pemerintah tingkat kabupaten, serta penyedia layanan kesehatan setempat, untuk memberikan layanan medis tingkat dunia bagi para ibu dan bayi.
“Dengan bekerjasama di bawah program EMAS USAID, kami dapat membantuIndonesia mencapai tujuan pembangunan milenium dan mengurangi tingkat kematian yang dapat dicegah pada ibu dan bayi hingga 25 persen selama lima tahun,” jelasnya.
Melalui program EMAS USAID, para penyedia layanan kesehatan tingkat lokal di Kabupaten Asahan dan Deli Serdang akan mendapat pelatihan dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Budi Kemuliaan dan para mitra EMAS lainnya mengenai praktik-praktik terbaik (best practices) layanan darurat bagi para ibu dan bayi yang baru lahir (neonatal).
Rumah sakit dan Puskesmas akan belajar bagaimana caranya mencegah dan
merawat komplikasi akibat pendarahan, kelahiran prematur, bayi yang lahir dengan berat badan yang rendah, tekanan darah yang tinggi, sesak dada pada saat kelahiran dan sebab-sebab kematian lainnya.
“Selama kurun lima tahun program ini, EMAS akan terus memperluas jangkauan hingga ke beberapa kabupaten lainnya di Sumatra Utara,” ujar Woods. Program USAID EMAS ini dilaksanakan oleh JHPIEGO, Save the Children, dan RTI International, dengan kemitraan bersama Kementerian Kesehatan, Muhammadiyah dan Rumah Sakit Budi Kemuliaan. Selain Sumatera Utara, EMAS juga akan diprogramkan di Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Jawa Barat.
Program EMAS USAID hanyalah salah satu komponen prakarsa kesehatan Kedubes AS di Indonesia yang menunjukkan cakupan keterlibatan AS dalam Kemitraan
Komprehensif AS-Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik: http://indonesia.usaid.gov atau hubungi Humas USAID Janice Laurente, di 62-21-3435-9424 atau jlaurente@usaid.gov . (wie)