Sejumlah RS Untung Karena Pembayaran JKN
Sebulan BPJS Kesehatan, Klaim Masuk Rp 2,9 Triliun
JAKARTA (www.jpnn.com) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menerima laporan klaim pelayanan medis dari BPJS Kesehatan. Dirjen Bina Upaya Kesehatan (BUK) Kemenkes Akmal Taher mengatakan, klaim BPJS Kesehatan selama Januari telah masuk sebesar Rp 2,9 triliun.
Warp Framework
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.
INA CBGs Tawarkan Solusi Tarif Layanan Kesehatan yang Merata
Jakarta (beritasatu.com) – 137 Rumah Sakit di Indonesia sudah menggunakan sistem pembayaran yang modern, merata, dan adil. INA CBGs merupakan lanjutan dari INA DRG yang pernah dijalankan oleh beberapa rumah sakit pemerintah pada awal dimulainya Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) Kesehatan. Teorinya, sistem INA CBGs ini dapat mendorong efisiensi rumah sakit dalam melayani pasiennya.
Kemenkes Tak Berhak Minta BPJS Talangi Tunggakan
JAKARTA (Pos Kota) – Kementerian Kesehatan tidak berhak meminta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) Kesehatan untuk menalangi tunggakan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) senilai Rp2,9 triliun. “Rencana ini sudah melanggar isi pasal 10 huruf (f) UU No. 24/2011 yang dengan jelas menyatakan tugas BPJS adalah membayarkan manfaat dan/atau membiayai pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan program jaminan sosial,” kata Timboel Siregar Koordinator Advokasi BPJS Watch, Senin (10/3).
Lampiran 4
- Geis et al. 1985. Geis G, Jesilow P, Pontell H, O’Brien M.J. “Fraud and Abuse of Government Medical Benefit Programs by Psychiatrists.” American Journal of Psychiatry. 1985;142:231–34. Available at http://ajp.psychiatryonline.org/cgi/content/abstract/142/2/231 . [PubMed]
- Morrison, 2001. Morrison James, Morrison Theodore. “Psychiatrists Disciplined by a State Medical Board.” American Journal of Psychiatry. 2001;158:474–78. Available at http://ajp.psychiatryonline.org/cgi/reprint/158/3/474 . [PubMed]
- Klein et al. 2006. Klein, Roger D., and Sheldon Campbell. “Health Care Fraud and Abuse Laws.” Archives of Pathology and Laboratory Medicine 130 (August 2006). Available at http://arpa.allenpress.com/pdfserv/10.1043%2F1543-2165(2006)130%5B1169:HCFAAL%5D2.0.CO%3B2 . [PubMed]
- McCall et al. 2001. McCall, Nelda, Harriet L. Komisar, Andrew Petersons, and Stanley Moore. “Medicare Home Health Before and After the BBA.” Health Affairs, May/June 2001. Available at http://content.healthaffairs.org/cgi/reprint/20/3/189 . [PubMed]
- Iglehart and John, 2001. Iglehart, John K. “The Centers for Medicare and Medicaid Services.” New England Journal of Medicine 345, no. 26 (2001, December 27): 1920–24. Available at http://content.nejm.org/cgi/content/full/345/26/1920 . [PubMed]
- Levit et al. 2000. Levit Katharine, Cowan Cathy, Lazenby Helen, Sensenig Arthur, McDonnell Patricia, Stiller Jean, Martin Anne, the Health Accounts Team “Health Spending in 1998: Signals of Change.” Health Affairs. 2000;19(1):124–32. Available at http://healthaff.highwire.org/cgi/reprint/19/1/124 . [PubMed]
- Kalb, 1999. Kalb Paul E. “Health Care Fraud and Abuse.” Journal of the American Medical Association. 1999;282:1163–68. Available at http://jama.ama-assn.org/cgi/content/abstract/282/12/1163 . [PubMed]
- Wynia et al. 2000. Wynia, Matthew K., Deborah S. Cummins, Jonathan B. VanGeest, et al. “Physician Manipulation of Reimbursement Rules for Patients: Between a Rock and a Hard Place.” Journal of the American Medical Association 283, no. 14 (April 12, 2000): 1858–65. Available at http://jama.ama-assn.org/cgi/reprint/283/14/1858 . [PubMed]
- Murkofsky et al. 2003. Murkofsky, Rachel L., Russell S. Phillips, Ellen P. McCarthy, Roger B. Davis, and Mary Beth Hamel. “Length of Stay in Home Care Before and After the 1997 Balanced Budget Act.” Journal of the American Medical Association 289, no. 21 (June 4, 2003): 2841–48. Available at http://jama.ama-assn.org/cgi/reprint/289/21/2841 . [PubMed]
- Grogan et al. 1994. Grogan, Colleen M., Roger D. Feldman, John A. Nyman, and Janet Shapiro. “How Will We Use Clinical Guidelines? The Experience of Medicare Carriers.” Journal of Health Politics, Policy and Law 19, no. 1 (Spring 1994): 7–26. Available at http://jhppl.dukejournals.org/cgi/reprint/19/1/7 . [PubMed]
- Jacobson et al. 2001. Jacobson, Peter D. “Regulating Health Care: From Self-Regulation to Self-Regulation?” Journal of Health Politics, Policy and Law 26, No. 5 (October 2001): 1165–78. Available at http://jhppl.dukejournals.org/cgi/reprint/26/5/1165 . [PubMed]
- KPMG et al. 2003. KPMG FORENSIC. Fraud Survey 2003. Available at http://kworld.com/aci/docs/surveys/Fraud%20Survey_040855_R5.pdf
- Pontell et al. 1984. Pontell H.N, Jesilow P.D, Geis G. “Practitioner Fraud and Abuse in Medical Benefits Programs: Government Regulation and Professional White Collar Crime.” Law & Policy. 1984;6:405. Available at http://scholar.google.com/scholar?l=en&lr=&q=info:4G3wIO7CmnQJ:scholar.google.com/&output=viewport&pg=1 . [PubMed]
- Blanchard, 1999. Blanchard T.P. “Medicare Medical Necessity Determinations Revisited: Abuse of Discretion and Abuse of Process in the War against Medicare Fraud and Abuse.” St. Louis University Law Journal. 1999;43:91. Available at http://scholar.google.com/scholar?hl=en&lr=&q=info:B3Sb6KbzVugJ:scholar.google.com/&output=viewport&pg=1.
- Pies. 1977. Pies H.E. “Control of Fraud and Abuse in Medicare and Medicaid.” American Journal of Law & Medicine. 1977;3:323. Available at http://scholar.google.com/scholar?hl=en&lr=&q=info:f_HBBkfKUJ:scholar.google.com/&output=vie wport&pg=1 . [PubMed]
- Lee, 1978. Lee B.G. “Fraud and Abuse in Medicare and Medicaid.” Administrative Law Review. 1978;30 Available at http://scholar.google.com/scholar?hl=en&lr=&q=info:n3DBT2B_5EkJ:scholar.google.cm/&output=viewport&pg=1.
- Davies and Jost, 1996. Davies S.L, Jost T.S. “Managed Care: Placebo or Wonder Drug for Health Care Fraud and Abuse?” Georgia Law Review. 1996;31:373. Available at http://scholar.google.com/scholar?hl=en&lr=&q=info:ZHG8Mbs6uu4J:scholar.google.com/&output=viewport&pg=1.
- Smith and Russell, 1999. Smith, Russell G. “Fraud and Financial Abuse of Older Persons.” Australian Institute of Criminology, no. 132, October 1999.
- Bloche, 1998. Bloche M. Gregg. “Cutting Waste and Keeping Faith.” Annals of Internal Medicine. 1998;128(8):688–89. Available at http://www.annals.org/cgi/content/full/128/8/688 [PubMed]
- Pitches et al. 2003. Pitches, D., A. Burls, and A. Fry-Smith. “Snakes, Ladders, and Spin—How to Make a Silk Purse from a Sow’s Ear—a Comprehensive Review of Strategies to Optimise Data for Corrupt Managers and Incompetent Clinicians.” British Medical Journal 327 (December 20, 2003): 1436–39. Available at http://www.bmj.com/cgi/content/short/327/7429/1436 [PMC free article][PubMed]
- Gosfield, 2005. Gosfield, A. G. “The Hidden Costs of Free Lunches: Fraud and Abuse in Physician-Pharmaceutical Arrangements.” Medical Practice Management, March/April 2005, 253–58. Available at http://www.gosfield.com/PDF/Mar_Apr_2005.MPM.pdf [PubMed]
- Sparrow, 1996. Sparrow M.K. License to Steal: Why Fraud Plagues America’s Health Care System. Boulder, CO: Westview Press; 1996.
- Sparrow, 1998. Sparrow, M. K. “Fraud Control in the Health Care Industry: Assessing the State of the Art.” Nati onal Institute of Justice Research in Brief, December 1998, 1–11. Available at http://www.ncjrs.gov/pdffiles1/172841.pdf.
- Michael, 2003. Michael, J. E. “What Home Healthcare Nurses Should Know about Fraud and Abuse.” Home Healthcare Nurse21, no. 8 (August 2003). [PubMed]
Modul 5: Penyusunan Proposal Penelitian Operasional Untuk Pencegahan dan Pengurangan Fraud.
Dear para peserta blended learning fraud dalam jaminan kesehatan nasional. Setelah kita menikmati libur sejenak pada minggu V lalu, maka pada minggu ini kita akan masuk pada Modul 5: Penyusunan Proposal Penelitian Operasional Untuk Pencegahan dan Pengurangan Fraud.
Modul 5 ini akan berlangsung selama bulan Maret dan April, modul ini cukup memakan waktu lama (8 minggu) karena diharapkan pada akhir modul para peserta diharapkan mampu untuk menyusun proposal penelitian mengenai fraud di jaminan kesehatan dengan sistematika penulisan sebagai berikut:
- Penyusunan Latar Belakang
- Masalah
- Tinjauan Pustaka
- Kerangka Konsep
- Hipotesis/Pertanyaan Penelitian
- Metode Penelitian
- Rencana Hasil
- Rencana Analisis/Pembahasan
- Kesimpulan
- Saran
- Kepustakaan
MATERI.
Modul ini memiliki berbagai bentuk kegiatan, yaitu: self learning melalui berbagai artikel penelitian tentang fraud, diskusi online dan pertemuan tatap muka. Detail materi sebagai berikut:
- Self Learning
Pembelajaran dari berbagai penelitian tentang fraud dari berbagai artikel
Pembelajaran lain juga dapat dipelajari dari contoh proposal yang sedang dikembangkan di web Manajemen Pembiayaan Kesehatan
- Tatap Muka (Minggu 1, 11 – 15 Maret 2014)
Seminar, Sabtu (15 Maret 2014) di Kampus FK-UGM tentang Peran Komite Medis dalam Mencegah dan Mengurangi Fraud di RS. Tujuan utama: memahami berbagai peluang penelitian terkait dengan leadership khususnya dalam komite medik. Peserta blended learning yang tidak dapat hadir dapat mengikuti melaui live streaming di web www.mutupelayanankesehatan.net . TOR bisa dilihat pada link berikut
. Tujuan pertemuan 1. pada Sabtu (15/3/2014) mendatang untuk memahami permasalahan untuk menyusun proposal pencegahan dan penindakan fraud di berbagai level dalam sistem kesehatan. Perumusan masalah dilakukan dalam jangkauan:
- Sistem di sektor kesehatan;
- Sistem di manajemen rumahsakit;
- Sistem di pelayanan mikro pelayanan klinis.
- Diskusi on-line (minggu 2-3, 17 – 28 Maret 2014)
Diskusi antar peserta dengan moderator dari pengelola Blended Learning untuk mengusulkan topik-topik penelitian operasional dalam pencegahan dan pengurangan fraud. Diskusi on-line melalui WhatsApp (mohon para peserta menghubungi sdri. Aisyah 0813-90979488 sebagai Group Admin apabila belum terdaftar) - Tatap Muka (29 Maret 2014)
Workshop, Sabtu 29 Maret 2014 di Kampus FK-UGM. Tujuan utama: menyusun beberapa draft penelitian operasional pencegahan dan pengurangan Fraud
Draft tersebut dalam fokus: Penyusunan Latar Belakang dan Perumusan Masalah. - Diskusi online (minggu )
Diskusi antar peserta dengan moderator dari pengelola Blended Learning untuk memperbaiki draf penelitian yang telah disusun dalam workshop. Diskusi 31 Maret – 4 April 2014
Penulisan
Tinjauan Pustaka
Kerangka Konsep 7 April – 11 April 2014
Penulisan dan Diskusi:
Hipotesis/Pertanyaan Penelitian
Metode Penelitian
Rencana Hasil
Rencana Analisis/Pembahasan. Penulisan Proposal 13 – 26 April 2014
PENUGASAN AKHIR
Penugasan dalam modul ini berupa menyusun Proposal Penelitian: Penelitian Fraud dalam Jaminan Kesehatan.
Penugasan diharapkan selesai pada akhir April 2014 dengan dikirim ke sekretariat Blended Learning I (sdri. Aisyah pada alamat e-mail: nasiatul_aish88@yahoo.co.id)
Selamat mempelajari modul 5
Terima kasih
Hanevi Djasri
Course Director
Kelola Rumah Sakit, Kuncinya Komunikasi & Bisa Pegang SDM
Okezone. com – Mengelola rumah sakit dengan baik memang tidak mudah. Sejumlah tantangan dan kendala senantiasa berdatangan.
Membangun Unit Rawat Inap Terpadu Melalui Pendekatan Mikrosistem
Dr. dr. Fathema D. Rachmat, Sp.B. Sp.BTKV dalam bukunya “Merajut Perubahan Melalui Mikrosistem Unit Rawat Inap Terpadu Gedung A” menceritakan pengalamannya sebagai Kepala Unit Rawat Inap Terpadu Gedung A di RSUPN Cipto Mangunkusumo.
Menghadapi era globalisasi yang ditandai dengan perubahan cepat dalam pelayanan kesehatan, pertumbuhan persaingan antar rumah sakit yang tajam serta kesempatan ‘investasi perubahan’ yang dimiliki oleh Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dalam membangun gedung baru rawat inap hanya satu kali saja untuk menggantikan rawat inap IRNA A, IRNA B, IRNA C, Paviliun Cendrawasih dan Paviliun Soepardjo Roestam, maka manajemen rawat inap terpadu Gedung A RSCM memilih ‘hijrah’ untuk memaknai perubahan yang terjadi. Konsep perubahan ‘hijrah’ tersebut diimplementasikan secara luas (radikal) pada sistem pelayanan rawat inap dengan waktu yang relatif singkat.
Pengelolaan perubahan tersebut dengan manajemen perubahan ditujukan untuk mencapai improvement dalam kualitas pelayanan dan penerapan patient safety. Buku tersebut memaparkan hampir keseluruhan perubahan yang telah diterapkan dalam mikrosistem Rawat Inap Terpadu Gedung A yang dilakukan selama 5 tahun sesuai dengan road map yang dituangkan dalam perencanaan strategis tahun 2008 sampai dengan saat ini untuk memenuhi patient centeredness (fokus pada pelanggan) dan patient satisfaction (kepuasan pelanggan), mencapai perubahan serta memenangkan kompetisi antar rumah sakit yang terjadi.
Dimulai dengan konsep penerimaan pasien rawat inap, Hospital Information System, Laboratory Information System, Clinical Documentation, Pharmacy Information System, Prescription On Line, Billing System yang mendukung Electronic Health Record (EHR). Kemudian disampaikan juga tentang Sistem Pelayanan Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) Rawat Inap, Sistem Keperawatan, Sistem Pelayanan Farmasi, Sistem Logistik dan House Keeping, Sistem Pelayanan Gizi, Sistem Pelayanan Radiologi, Pengelolaan Supply Chain dengan Departemen, Sistem Komunikasi, Sistem Kegawatdaruratan Medik /Code Blue (TMRC), Sistem Management Building, Sistem Manajemen Resiko dan Patient Safety, K3RS, Sistem Continous Professional Development (CPD)/Perencanaan pendidikan dan pelatihan staf, Clinical Governance dan Clinical Audit; Sistem Manajemen Mutu melalui ISO 9001-2008, standar KARS 2012 dan Standar JCI untuk mencapai Continous Improvement, Sistem Manajemen Lingkungan, Waste Management, Sistem Monitoring Mutu, Infection Control dan Sistem Manajemen Fasilitas.
Keseluruhan sistem ini dipimpin melalui manajemen transparan, efektif, efisien dan akuntabel serta didukung oleh perubahan budaya yang dilakukan secara bersamaan dengan manajemen perubahan agar perubahan fundamental dapat terwujud dan bertahan. Inilah cara Unit Rawat Inap Terpadu Gedung A memaknai perubahan yang terjadi di lingkungannya sehingga Gedung A siap menjawab tantangan perubahan dimasa depan. Buku “Merajut Perubahan Melalui Mikrosistem Unit Rawat Inap Terpadu Gedung A” dapat didownload Di sini
{module [150]}
INILAHCOM
INILAHCOM