Perlukah BPJS Mengukur Mutu Pelayanan Kesehatan?

Undang-Undang no 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (UU SJSN) pada bab 24 ayat 3 menetapkan bahwa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bidang kesehatan harus mengembangkan sistem pelayanan kesehatan, sistem kendali mutu pelayanan dan sistem pembayaran pelayanan kesehatan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas.

Sistem pembayaran pelayanan kesehatan telah diatur secara tegas di Peraturan Presiden (PPres) tentang Jaminan kesehatan pasal 39 yaitu menggunakan mekanisme kapitasi untuk pelayanan kesehatan tingkat pertama dan mekanisme INA-CBGs untuk pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan. Sedangkan untuk sistem kendali mutu pelayanan, meski pada pasal 20 ayat 1 telah menetapkan “produk” dari jaminan kesehatan, yaitu pelayanan kesehatan perorangan yang mencakup pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif termasuk pelayanan obat dan bahan medis habis pakai.

Sedangkan tentang sistem kendali mutu belum ditetapkan secara tegas. Pasal 42 yang menjelaskan mengenai kendali mutu pada PPres tersebut, menetapkan bahwa pelayanan kesehatan kepada peserta jaminan kesehatan harus memperhatikan mutu pelayanan, berorientasi pada aspek keamanan pasien, efektifitas tindakan, kesesuaian dengan kebutuhan pasien, serta efisiensi biaya. Hal tersebut harus dicapai secara umum dengan memenuhi standar mutu fasilitas kesehatan (input), memastikan proses pelayanan kesehatan berjalan sesuai standar yang ditetapkan (proses), serta pemantauan terhadap luaran kesehatan peserta (output). Secara khusus penerapan sistem kendali mutu pelayanan jaminan kesehatan akan diatur dengan Peraturan BPJS (pasal 42 ayat 3) dan oleh Peraturan Menteri (pasal 44)

Di Indonesia sebenarnya sudah terdapat cukup banyak upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang umumnya terdiri dari upaya menyusun standar (umumnya standar input/struktur). Upaya penyusunan standar ini juga (seharusnya) diikuti dengan upaya untuk mengukur kepatuhan pemenuhan standar dan upaya untuk melakukan perubahan/perbaikan agar tingkat kepatuhan meningkat.

Untuk dapat menyusun peraturan tentang kendali mutu pelayanan jaminan kesehatan seperti disebut diatas maka diperlukan adanya Pengembangan Konsep Pengukuran Mutu Sarana Pelayanan Kesehatan oleh BPJS Bidang Kesehatan.

{module [152]}

BKKBN: Kualitas Penduduk Indonesia Urutan 121 Dunia

Bantul (Republika.co.id) — Kualitas penduduk Indonesia berdasarkan Human Development Index 2012 menduduki urutan 121 dari 187 negara yang ada di dunia. “Jumlah penduduk yang besar apabila berkualitas akan menjadi potensi sumber daya manusia yang luar biasa. Namun kenyataannya kualitas penduduk Indonesia masih memprihatinkan,” kata Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Fasli Jalal, di Bantul, Selasa (16/7).

Continue reading

BPJS Perlu Perhatikan Penanganan Penyakit Katatrospik

Hukumonline.com – BPJS Kesehatanyang akan beroperasipada tahun 2014diharapkan memperhatikan pelaksanaan penanganan penyakit-penyakit yang memakan biaya besar atau disebut katastropik. Soalnya, masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah kerap kesulitan mendapat akses pelayanan kesehatan. Menurut direktur pelayanan PT Askes, Fajriadinur, itulah yang menjadi sorotan pemerintah saat ini dalam mempersiapkan pelaksanaan BPJS.

Continue reading

Pelatihan

Divisi Mutu PKMK (Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan) FK UGM menyediakan pelatihan mutu pelayanan kesehatan untuk para pelaku kesehatan yang meliputi

No

Judul Pelatihan

TOR

Modul

PPT

Video

Post Test

1.

Pelatihan Identifikasi Persyaratan Pasien

 

 

 

 

 

2.

Pelatihan Pengukuran Kepuasan Pasien

 

 

 

 

 

3.

Pelatihan Peningkatan Peran serta Pasien dalam Clinical Care

 

 

 

 

 

4.

Pelatihan Root Cause Analysis

 

 

 

 

 

5.

Pelatihan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)

 

 

 

 

 

6.

Pelatihan Clinical Performance

 

 

 

 

 

7.

Pelatihan Audit Medis/Klinis

 

 

 

 

 

8.

Pelatihan Clinical Pathways

 

 

 

 

9.

Pelatihan Case Manager

 

 

 

 

 

10.

Pelatihan Pengembangan proses kredensial

 

 

 

 

 

11.

Pelatihan Pemantauan Kinerja Individu Klinis

 

 

 

 

 

12.

Pelatihan Penyusunan Rencana Pelatihan

 

 

 

 

 

13.

Pelatihan Membangun Budaya Mutu

 

 

 

 

 

14.

Pelatihan Meningkatkan Komitmen Mutu

 

 

 

 

 

15.

Pelatihan Memberdayakan Komite Medik/Klinik

 

 

 

 

 

16.

Pelatihan Pengembangan Sistem Professional Development

 

 

 

 

 

17.

Pelatihan Pengembangan Sistem Data Klinik

 

 

 

 

 

18.

Pelatihan Pemilihan dan Implementasi Clinical Practice Guideline

 

 

 

 

 

19.

Pelatihan Integrated Risk Management

 

 

 

 

 

20.

Pelatihan Penyusunan Mekanisme untuk Memonitor Outcome of Care

 

 

 

 

 

21.

Pelatihan Pengembangan Sistem untuk Mengatasi Poor Performance

 

 

 

 

 

22.

Pelatihan Pengembangan Sistem untuk Menangani Komplain

 

 

 

 

 

23.

Pelatihan Pengukuran SPM Rumah Sakit

 

 

 

 

 

24.

Pelatihan Penggunaan Hospital Performance Improvement Tools

 

 

 

 

 

25.

Pelatihan Penerapan Clinical Governance

 

 

 

 

 

26.

Pelatihan dasar-dasar ISO 9000 : 2008

 

 

 

 

 

27.

Akreditasi (ACHS, JCI)

 

 

 

 

 

28.

Malcom Baldrige

 

 

 

 

 

29.

Pelatihan Pengembangan Lembaga Independen Sebagai Partner Kerja Dinkes (bekerjasama dengan Australian Council for Safety and Quality in Health Care/ACSQHC)

 

 

 

 

 

30.

Pelatihan Implementasi Sistem Manajemen mutu untuk Dinkes

 

 

 

 

 

31.

Pelatihan Penyusunan Kerangka kerja mutu dan Regulasi (quality and regulation Framework) yang terintegrasi dengan Sistem Kesehatan Daerah (SKD)

 

 

 

 

 

32.

Pelatihan Penyusunan Kegiatan dan Anggaran Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan

 

 

 

 

 

33.

Pelatihan Surveyor Regulasi Pelayanan Kesehatan bagi Dinas kesehatan ISO 9001 dan Akreditasi Medik Dasar

 

 

 

 

 

34.

Pelatihan Surveyor Standar Perijinan

 

 

 

 

 

35.

Pelatihan Pengembangan Standar Mutu Pelayanan Kesehatan

 

 

 

 

 

36.

Pelatihan Surveyor standar organisasi Profesi

 

 

 

 

 

37.

Pelatihan Implementasi sistem manajemen mutu di organisasi asuransi kesehatan

 

 

 

 

 

38.

Pelatihan Utilitation review

 

 

 

 

 

39.

Pelatihan Pengukuran Mutu dan Biaya Pelayanan kesehatan yang diterima oleh peserta asuransi

 

 

 

 

 

40.

Pelatihan customer value untuk LSM ataupun Media Masa

 

 

 

 

 

41.

Pelatihan Pengembangan Customer Value Frame Work

 

 

 

 

 

 

 Hasil Polling Kebutuhan Pelatihan

 

 

Jadi CPNS, Dokter tak Perlu Tes

Jakarta (jpnn) –Jalan mulus disediakan bagi dokter yang ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tidak seperti peminat CPNS yang lain yang sibuk mempersiapkan diri ikut seleksi, khusus dokter tak perlu tes.

Continue reading

Menkes Resmikan Pendidikan Online untuk Tenaga Kesehatan

Jakarta (Liputan6.com) : Selama ini pendidikan dan pelatihan SDM Kesehatan masih bersifat klasik dengan belajar di kelas. Namun, teknologi telah berkembang sehingga dikembangkanlah Pendidikan dan Pelatihan Jarak Jauh (PPJJ). Untuk itu, Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH meresmikan Unit Pendidikan Pelatihan Jarak Jauh.

Continue reading

Cara Kemenkes Bikin Jajarannya Profesional

Jakartaq (Liputan6.com) : Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berusaha meningkatkan profesionalisme jabatan fungsional. Untuk itu, Kemenkes menandatangani Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No.13 tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Pembimbing Kesehatan Kerja dan Angka Kreditnya.

Continue reading

Pasien RS Muhammadiyah Terancam Telantar

Jakarta, PKMK. Ratusan ribu pasien di RS ataupun klinik naungan Muhammadiyah terancam tidak terlayani saat Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan beroperasi pada awal 2014. Hal itu terjadi jika RS dan klinik itu tetap harus mempunyai badan hukum khusus RS seperti yang ditetapkan Pasal 7 Undang-undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

Continue reading