Dinkes Jayawijaya Temukan 144 Kasus KLB Campak, Terbanyak di Wamena Kota

Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya melaporkan temuan 144 kasus indikasi KLB Campak di 14 distrik. Kasus KLB Campak mulai meningkat sejak bulan Mei hingga sekarang. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, dr. Willy Mambieuw mengatakan, pihaknya sudah mengirim seluruh sampel pasien dengan indikasi gejala campak ke Surabaya untuk pemeriksaan. Dari 144 sampel, 9 orang positif campak.

Continue reading

Reportase Kegiatan Sosialisasi Kode ICD-10 Pelengkap Algoritma Kewaspadaan Dini dan Respons Penyakit Berpotensi Wabah/KLB

Kepada Dokter Internship di DI Yogyakarta

mei16

Program Dokter Internship Indonesia (PIDI) merupakan program yang ditujukan kepada seluruh dokter yang baru saja dinyatakan lulus setelah mengikuti Uji Kompetensi Mahasiswa Program Pendidikan Dokter (UKMPD). PIDI bertujuan untuk memantapkan kualitas dokter yang baru lulus sebelum akhirnya berpraktik secara mandiri  ataupun melalui fasilitas pelayanan kesehatan. Pada periode kedua ini, DI Yogyakarta menerima sebanyak 127 peserta program internship yang terdiri atas 47 orang dokter umum dan 80 orang dokter gigi.

Sejalan dengan pilar ketiga transformasi kesehatan yaitu Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan, maka Pusat Kebijakan Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FKKMK UGM turut hadir mendukung program internship dokter Indonesia di DI Yogyakarta dengan memberikan pengantar mengenai penyakit-penyakit infeksi yang perlu diwaspadai berpotensi menjadi wabah atau Kejadian Luar Biasa (KLB).

Peneliti PKMK FKKMK UGM, dr. M. Hardantyo P., MPH, PhD menyampaikan tentang sistem kewaspadaan dini dan respons yang saat ini tengah beroperasi di Indonesia di mana memerlukan koordinasi antara dokter umum dan petugas surveilans di Puskesmas. Dokter umum merupakan personel yang pertama kali berhadapan dengan pasien yang kemungkinan mengalami gejala penyakit berpotensi wabah. Gejala ini harus segera dikenali sehingga dapat dilakukan pencatatan dan tindak lanjut atas informasi yang didapatkan.

Selanjutnya dr. Aldilas Achmad Nursetyo, MS menjelaskan tentang algoritma penegakan diagnosis atas 24 penyakit yang dipantau di dalam SKDR. Kemudian diperkenalkan juga kode ICD-10 yang berfungsi untuk melengkapi algoritma yang sudah ada. Tujuannya terutama adalah menyamakan persepsi antara dokter dan petugas surveilans dalam menangani pasien sesuai definisi operasional yang sama, serta menyamakan antara dokter di puskesmas lain sehingga terdapat keseragaman penegakan diagnosis. Kegiatan kemudian ditutup dengan diskusi dan tanya jawab.

Materi selengkapnya dapat di akses melalui: bit.ly/MateriSKDR-16mei

 

Kepada Dokter Fungsional Puskesmas Kabupaten Gunungkidul dan Kota Yogyakarta

Gunungkidul, 23-24 Mei 2023 dan Kota Yogyakarta 30 – 31 Mei 2023

mei2

Pengenalan gejala penyakit infeksi berpotensi wabah merupakan hal yang penting dalam hal kesiapsiagaan menghadapi ancaman pandemi di masa depan. Dokter umum fungsional yang bertugas di Fasilitas Layanan Kesehatan (FASYANKES) primer merupakan ujung tombak penting dalam mengenali gejala dini potensi wabah tersebut. Selain itu, kerja sama antara dokter umum dengan petugas surveilans dalam fasyankes primer menjadi hal penting untuk meningkatkan kualitas pengenalan secara dini potensi tersebut.

Melalui Program INSPIRASI, PKMK FKKMK UGM berhasil menstandarisasi definisi operasional algoritma 24 penyakti infeksi berpotensi wabah menggunakan Kode ICD-10. Kode ini yang akan melengkapi algoritma yang sudah ada sehingga pelaporan kasus menjadi lebih terstandar dan mempermudah proses pengumpulan data setiap harinya oleh petugas surveilans. Kode-kode ini kemudian didistribusikan kepada dinas kesehatan kabupaten/kota dan juga puskesmas melalui surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi DI Yogyakarta. Di Gunungkidul, kegiatan pertemuan dengan dokter umum fungsional ini dilakukan pada 23-24 Mei 2023. Sedangkan dengan Kota Yogyakarta diadakan pada 30 – 31 Mei 2023.

Bersamaan dengan pilar ketiga transformasi kesehatan, yakni Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FKKMK UGM turut berpartisipasi dalam mendukung program internship dokter Indonesia di DI Yogyakarta. Mereka memberikan pengenalan mengenai penyakit infeksi yang harus diwaspadai karena berpotensi menjadi wabah atau Kejadian Luar Biasa (KLB).

dr. M. Hardantyo P., MPH, PhD, seorang peneliti PKMK FKKMK UGM, menjelaskan tentang sistem kewaspadaan dini dan tanggapan yang sedang beroperasi di Indonesia. Sistem ini membutuhkan koordinasi antara dokter umum dan petugas surveilans di Puskesmas. Dokter umum adalah personel pertama yang berhadapan dengan pasien yang mungkin mengalami gejala penyakit yang berpotensi menjadi wabah. Penting untuk segera mengenali gejala ini agar informasi dapat dicatat dan ditindaklanjuti. Selanjutnya, dr. Aldilas Achmad Nursetyo, MS, menjelaskan tentang algoritma untuk mendiagnosis 24 penyakit yang dipantau dalam SKDR. Ia juga memperkenalkan kode ICD-10 yang melengkapi algoritma yang sudah ada. Tujuannya adalah untuk menyamakan pemahaman antara dokter dan petugas surveilans dalam menangani pasien sesuai definisi operasional yang sama, serta menciptakan keseragaman dalam penegakan diagnosis di antara dokter di puskesmas lain.

Reporter: dr. Aldilas Achmad Nursetyo, MS

Materi selengkapnya dapat di akses melalui: bit.ly/MateriSKDR-16mei

The Path to Sustainable Healthcare: Implementing Care Transition Teams to Mitigate Hospital Readmissions and Improve Patient Outcomes

Hospital readmissions within 30 days suggest care quality issues and increased mortality risks. They result from ineffective initial treatment, poor discharge planning, and inadequate post-acute care. These high readmission rates harm patient outcomes and financially strain healthcare institutions, inviting penalties and discouraging potential patients.

Continue reading

Pentingnya Perilaku Caring Meningkatkan Profesionalisme Perawat

Perawat akan dihadapkan dengan berbagai tantangan dalam pengimplementasian asuhan keperawatan. Masyarakat menginginkan peningkatan pemberian layanan kesehatan yang memadai, sehingga memotivasi tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Keperawatan menjadi bagian sistem pelayanan kesehatan serta tolak ukur terhadap pelayanan kesehatan.

Continue reading

Optimalisasi Pendokumentasian Case Manager di Rumah Sakit (Studi Kasus di Rumah Sakit tipe A)

Case management di Indonesia dikenal dengan Manajemen Pelayanan Pasien (MPP) dan case manager disebut dengan Manajer Pelayanan Pasien (MPP). Fungsi case manager yaitu melakukan asesmen, perencanaan hingga evaluasi, koordinasi, advokasi, edukasi, serta kendali mutu dan biaya. Case manager dalam menjalankan peran dan fungsinya banyak mendapat tantangan baik dari pasien/keluarga, Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP), Perawat Penanggung Jawab Pasien (PPJA), Profesional Pemberi Asuhan (PPA) lainnya, kepala ruangan, penunjang medis, penjamin dan RS/Yankes lain dalam sistem rujukan.

Tujuan penerapan case management adalah memberikan pelayanan pasien/keluarga yang komprehensif, aman, terintegrasi, terkoordinasi dan bermutu dengan pembiayaan yang efektif. Sebuah studi yang dilakukan oleh Mardean Y dkk., (2021) berupa case study dimulai dari identifikasi, analisis dan penetapan prioritas masalah, penyusunan plan of action, implementasi, sampai evaluasi, dengan sampel yakni semua case manager atau total sampling berjumlah 23 orang.

Identifikasi masalah didapatkan 5 (lima) masalah fungsi manajer. Prioritas pertama adalah belum optimalnya fungsi pengarahan dalam pedokumentasian case manager. Selanjutnya disusun analisis masalah menggunakan fishbone, Plan of Action (POA), implementasi dan evaluasi bersama tim case manager dan Bidang Pelayanan Keperawatan RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO dengan luaran draft SPO (Standard Procedure Operational) Pendokumentasian Case Manager.

Artikel lebih lengkap dapat di akses melalui link berikut : https://journal.ppnijateng.org/index.php/jkmk/article/view/865 

Challenges in Early Intervention for Maternal Health

According to a government bulletin on maternal mortality for 2018-2020, the national maternal mortality ratio (MMR) is 97 per 100,000 live births. The ratio for Madhya Pradesh, the state with the second highest after Assam, is at 173. This report studies the experience of 15 districts in Madhya Pradesh in utilising digital-health tools to improve outcomes in maternal health.

Continue reading

Pengembangan Manual Rujukan Kabupaten / Kota

Penulis:
dr. Hardhantyo MPH, Ph.D, FRSPH (Peneliti Divisi Manajemen Mutu, PKMK FK-KMK UGM)

Dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan maternal dan neonatal, penting bagi kabupaten / kota untuk memiliki sistem rujukan yang efektif dan terkoordinasi. Manual rujukan merupakan panduan yang berfungsi sebagai persiapan persalinan atau rujukan terencana bagi individu yang membutuhkan pre-emptive strategi atau strategi pencegahan. Tujuan dari manual rujukan adalah untuk mempercepat pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, melahirkan atau bayi baru lahir yang memiliki masalah kesehatan.

Manual rujukan sangat bermanfaat pada kondisi khusus yang memerlukan penanganan segera dan tepat pada Ibu hamil maupun bayi baru lahir. Kondisi tersebut yaitu ibu hamil dengan masalah kesehatan tertentu yang memerlukan rujukan terencana agar dapat mendapatkan perawatan yang sesuai dengan kondisinya. Kedua adalah ibu hamil yang sebelumnya menjalani pemeriksaan antenatal dengan baik namun mengalami masalah saat proses persalinan, seperti komplikasi yang memerlukan intervensi medis. Ketiga, ibu yang melakukan persalinan normal namun ditemukan masalah saat masa nifas, seperti perdarahan hebat atau infeksi pasca persalinan. Keempat, bayi baru lahir yang memiliki masalah kesehatan seperti asfiksia atau kelainan bawaan yang memerlukan penanganan segera.

Melalui manual rujukan diharapkan pasien dapat tiba dengan segera di fasilitas kesehatan yang memadai untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan tidak berputar-putar. Manual rujukan berperan penting dalam memangkas berbagai kegaduhan atau proses yang tidak perlu saat penanganan pasien, sehingga waktu yang diperlukan untuk mendapatkan perawatan dapat diminimalisir. Hal ini sangat krusial, terutama dalam kasus perdarahan pasca persalinan. Waktu emas untuk penanganan perdarahan pasca persalinan hanya berlangsung dalam waktu kurang dari dua jam setelah persalinan, di luar waktu tersebut, prognosis pasien menjadi sangat buruk. Dalam kondisi ini manual rujukan memiliki peranan penting dalam mencegah kematian.

Namun, untuk memastikan efektivitas manual rujukan, beberapa aspek perlu diperhatikan. Pertama adalah kesiapan dari tenaga dan fasilitas medis, terutama memastikan ketersediaan fasilitas PONEK sejati 24 Jam dan 7 hari dalam seminggu. termasuk petugas jaga, tenaga kesehatan masyarakat, serta tenaga layanan kesehatan di tingkat desa dan komunitas. Kedua, pendidikan dan pelatihan berkala untuk penggunaan manual rujukan perlu diberikan kepada semua petugas kesehatan yang terlibat, sehingga mereka dapat dengan baik memahami dan mengimplementasikan prosedur yang tercantum dalam manual tersebut. Ketiga adalah proses monitoring dan evaluasi sebagai bahan untuk peningkatan proses implementasi manual rujukan ini. Oleh karena itu penting bagi daerah untuk melakukan penyesuaian dan adaptasi manual rujukan sesuai dengan konteks lokal. Berbagai faktor-faktor seperti kepercayaan, norma dan preferensi kultural perlu menjadi pertimbangan dalam merancang dan mengimplementasikan manual rujukan.

Pengembangan sistem rujukan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan rujukan menggunakan framework dari WHO yaitu framework penilaian kinerja sistem kesehatan WHO building blocks framework. Framework ini menggunakan enam building blok untuk menentukan langkah dan indikator monitoring kegiatan yaitu layanan kesehatan yang diberikan (service delivery), tenaga kesehatan (health workforce), sistem informasi kesehatan (health information systems), akses pada pengobatan esensial (access to essential medicines), pembiayaan (financing), dan (vi) kepemimpinan (leadership).

23mei

Gambar: Kerangka kerja implementasi manual rujukan

Dokumen pengambangan manual rujukan kabupaten/Kota lebih lengkap dapat diakses melalui link berikut

tautan manual rujukan

 

Kerjasama dalam rangka implementasinya dapat menghubungi Andriani Yulianti, melalui email: ndiani_86@yahoo.com

 

 

 

2023 Hand Hygiene Day: NCDC emphasises importance of frequent washing of hands

The Nigeria Centre for Disease Control and Prevention (NCDC) has emphasised the importance of maintaining clean and safe health through proper and frequent washing of hands to reduce the risk of infections and ensure healthy living. Dr Tochi Okwor, Assistant Director, Infection Prevention and Control (IPC), NCDC, said this on Friday, at the commemoration of the 2023 Hand Hygiene Day through its “Turn Nigeria Orange (TNO) Programme”, at the Asokoro District Hospital, Abuja.

Continue reading

Peringati World Hand Hygiene Day, Pengunjung RSUD dr. Iskak Diajak Cuci Tangan

Cuci tangan menjadi hal penting dalam menjaga kesehatan dan mencegah penyakit. Begitu pentingnya aktivitas ini hingga diperingati secara khusus sebagai Hari Kesehatan Tangan Sedunia (World Hand Hygiene Day) setiap tanggal 5 Mei. Sebagai upaya mensosialisasikan cuci tangan kepada masyarakat, RSUD dr. Iskak Tulungagung menyelenggarakan kegiatan cuci tangan massal bersama pengunjung rumah sakit.

Continue reading