SEMINAR DAN WORKSHOP

Pendekatan Dokter Keluarga dalam
Penatalaksanaan Diabetes Mellitus

 PENDAHULUAN

Terwujudnya keadaan sehat merupakan kehendak semua pihak tidak hanyaoleh orang perorang atau keluarga, tetapi juga oleh kelompok dan bahkan olehseluruh anggota masyarakat. Menurut Undang-undang No.23 tahun 1992, kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Untuk mewujudkan keadaan sehat tersebut banyak upaya yang harus dilaksanakan, yang satu diantaranya adalah penyelenggaraan pelayanan kesehatan.

Diabetes Melitus adalah suatu penyakit kronik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa didalam darah. Penyakit ini dapat menyerang segala lapisan umur dan sosial ekonomi. Di Indonesia saat ini penyakit DM belum menempati skala prioritas utama pelayanan kesehatan walaupun sudah jelas dampak negatifnya, yaitu berupa penurunan kualitas SDM, terutama akibat penyulit menahun yang ditimbulkannya.

Berbagai penelitian epidemiologis di Indonesia didapatkan prevalensi DM sebesar 1,5 – 2,3 % pada penduduk usia lebihdari 15 tahun, bahkan pada suatu penelitian epidemiologis di Manado didapatkan prevalensi DM 6,1 %. Penelitian yang dilakukan di Jakarta,Surabaya, Makasar dan kota-kota lain di Indonesia membuktikan adanya kenaikan prevalensi dari tahun ketahun. Berdasarkan pola pertambahan penduduk, diperkirakan pada tahun 2020 nanti akan ada sejumlah 178 juta penduduk berusia diatas 20 tahun dan dengan asumsi prevalensi DM sebesar 4 % akan didapatkan 7 juta pasien DM, suatu jumlah yang sangat besar untuk dapat ditangani oleh dokter spesialis / subspesialis /endokrinologis.

Berdasarkan pola pertambahan penduduk saat ini diperkirakan jumlah penderita diabetes melitus di dunia tahun 2010 sebanyak 306 juta jiwa, dan di negara-negara ASEAN mencapai 19,4 juta pada tahun 2010. Berdasarkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi kenaikan jumlah penyandang diabetes mellitus di Indonesia dari 8,4 juta jiwa pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030 (Dimyati, 2012). Berdasarkan laporan rumah sakit dan puskesmas, jumlah penderita diabetes mellitus tergantung insulin di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2008 sebesar 0,16%, mengalami peningkatan bila dibandingkan prevalensi tahun 2007 sebesar 0,09%.

Kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang bermutu danterjangkau merupakan sesuatu yang esensial. Dengan penyelenggaraan pelayanan kesehatan model dokter keluarga diharapkan dokter keluarga sebagai “ujung tombak” dalam pelayanan kedokteran tingkat pertama, yang dapat berkolaborasi dengan pelayanan kedokteran tingkat kedua dan yang bersinergi dengan sistem lain. Dokter keluarga adalah dokter yang dapat memberikan pelayanan kesehatanyang berorientasi komunitas dengan titik berat kepada keluarga, ia tidak hanya memandang penderita sebagai individu yang sakit tetapi sebagai bagian dari unit keluarga dan tidak hanya menanti secara pasif tetapi bila perlu aktif mengunjungi penderita atau keluarganya. Pelayanan dokter keluarga adalah pelayanan kedokteran yang menyeluruh yang memusatkan pelayanan kepada keluarga sebagai suatu unit, dimana tanggung jawab dokter terhadap pelayanan kesehatan tidak dibatasi oleh golongan umur atau jenis kelamin pasien juga tidak boleh organ tubuh atau jenis penyakit tertentu. llmu kedokteran keluarga adalah ilmu yang mencakup seluruh spektrum ilmu kedokteran tingkat yang orientasinya adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang berkesinambungan dan menyeluruh kepada satu kesatuan individu, keluarga dan masyarakat dengan memperhatikan faktor-faktor lingkungan,ekonomi dan sosial budaya.

Dalam strategi pelayanan kesehatan bagi penderita DM,yang seyogyanya diintegrasikan kedalam pelayanan kesehatan primer, perandokter keluarga adalah sangat penting. Kasus DM yang tanpa disertai dengan penyulit dapat dikelola dengan tuntas oleh dokter keluarga. Apalagi kalau kemudian kadar glukosa darah ternyata dapat terkendali baik dengan pengelolaan ditingkat pelayanan kesehatan primer. Tentu saja harus ditekankan pentingnya tindak lanjut jangka panjang pada para pasien tersebut. Pasien yang potensial akan menderita penyulit DM perlu secara periodik dikonsultasikan kepada dokter ahli terkait ataupun kepada timpengelola DM pada tingkat lebih tinggi di rumah sakit rujukan. Kemudian mereka dapat dikirim kembali kepada dokter yang biasa mengelolanya.

Demikian pula pasien DM yang sukar terkendali kadar glukosa darahnya,pasien DM dengan penyulit, apalagi penyulit yang potensial fatal, perludan harus ditangani oleh instansi yang lebih mampu dengan peralatan yanglebih lengkap, dalam hal ini Pusat DM di Fakultas Kedokteran / RumahSakit Pendidikan / RS Rujukan Utama. Untuk mendapatkan hasil pengelolaan yang tepat guna dan berhasil guna bagi pasien DM dan untuk menekan angka penyulit, diperlukan suatu standar pelayanan minimal bagipenderita DM. Diabetes Melitus adalah penyakit menahun yang akandiderita seumur hidup, sehingga yang berperan dalam pengelolaannya tidak hanya dokter, perawat dan ahli gizi, tetapi lebih penting lagi keikutsertaan pasien sendiri dan keluarganya. Penyuluhan kepada pasiendan keluarganya akan sangat membantu meningkatkan keikutsertaan mereka dalam usaha memperbaiki hasil pengelolaan DM.

NAMA DAN BENTUK KEGIATAN

Seminar dan Workshop dengan Judul : PENDEKATAN DOKTER KELUARGA DALAM PENATALAKSANAAN DIABETES MELLITUS

  TUJUAN PENYENGGARAAN

  1. Tujuan Umum
    Pengadaan berbagai disain pengalaman belajar untuk pengembangan pengetahuan sikap dan ketrampilan peserta, yang ada relevansinya dengan pelayanan dalam tatanan kedokteran keluarga pada pelayanan primer khususnya ketika melayani pasien dengan Diabetes Mellitus.
  2. Tujuan Khusus
    Tujuan setelah mengikuti pelatihan ini peserta mampu :
    1. Menjelaskan pelayanan yang dilaksanakan dokter keluarga yang peduli biaya, holistik, komprehensif dan berkesinambungan.
    2. Menjelaskan peranan dokter keluarga khususnya dalam penatalaksanaan Diabetes Mellitus.
    3. Meningkatkan kemampuan evaluasi diri dalam upaya peningkatan profesionalisme.
    4. Meningkatkan pemahaman dan profesionalisme para dokter keluarga dalam menangani kasus diabetes mellitus secara lengkap dan terpadu.

Tanggal

Jam

Acara

Selasa, 19 Ag2014

07.30 – 08.30

Pendaftaran Ulang Peserta

 

08.30 – 09.30

Pembukaan

  1. Sambutan Ketua Panitia
  2. Sambutan Direktur Pasca

 

09.30 – 09.45

Coffee Break

 

09.45 – 11.30

Seminar

Update Prosedur Diagnosis dan Penatalaksanaan Diabetes Mellitus

  Dr. dr. Sugiyarto Sp.PD, FINASIM

Pendekatan Secara Holistik Tentang Diabetes Mellitus Praktek Dokter Keluar

  Prof. Dr.Didik Tamtomo,dr,MM,M.Kes,PAK

Peran Dokter Keluarga dalam Penatalaksaaan Penyakit Kronik Pada Era JKN

  Dr. Nurifansyah,MKM,AAK

Moderator : dr. Andri Putranto, MKes

 

11.30 – 12.30

ISHOMA

 

12.30 – 14.30

Workshop

Pemilihan OAD dan Pemilihan dan Insulin

Dr. Supriyanto Kartodarsono, Sp.PD., KEMD., FINASIM (PERKENI)

Pemilihan Diet Diabetes Mellitus

Dr. dr. Sugiyarto, Sp.PD., FINASIM (PERKENI)

Pemilihan Senam Untuk Diabetes Mellitus

Dr. arifin, Sp.PD (PERKENI)

Perawatan Kaki Diabetik

  Dr. Eva Nia Muzisilawati, Sp.PD.,M.Kes (PERKENI)

Moderator : dr.Balgis, M.Sc, CM-FM

 

14.30-15.00

Coffe Break dan ISHOMA

 

15.00 – 15.15

Penutupan