(Tribunnews.com) – Presidium Persatuan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Dr Dyah Agustina Waluyo mengakui belum semua rumah sakit menyediakan sarana cuci tangan dan air bersih.



Pihaknya masih terus bekerja keras untuk melakukan upaya preventif dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) guna mencegah penyebaran penyakit infeksi menular di keluarga. Salah satu langkah PHBS adalah dengan melakukan cuci tangan pakai sabun.

“Memang belum semua layanan rumah sakit menyediakan sarana mencuci tangan dan air bersih. Tapi untuk preventif kita terus menginformasikan kepada teman-teman (dokter),” ujar Dr Dyah Agustina Waluyo di dalam Press Conference Simposium Ilmiah Lifebuoy dan Dokter Umum Upayakan Promotif-Preventif di Oyster Plaza Senayan, Kamis (28/3/2013).

Dyah menambahkan dalam melakukan tugasnya, dokter umum yang bergerak dilayanan kesehatan primer, ini dengan paradigma ‘Pasien Safety’. Dengan begitu, dokter akan mendengungkan cuci tangan pakai sabun setelah memeriksa pasien.

“Memang ini menjadi prosedur dokter setelah memeriksa pasien cuci tangan,” ujarnya.

Seperti diketahui perilaku mencuci tangan dengan sabun di saat-saat penting itu merupakan salah satu upaya pencegahan penyebaran bakteri dan virus yang bisa membuat tubuh terserang infeksi.

Selain mencuci tangan dengan sabun, pencegahan juga bisa dilakukan dengan cara lain seperti, pemberian imunisasi, perbaikan lingkungan hidup dan mengkonsumsi makanan sehat.

Adapun saat-saat penting yang perlu mencuci tangan kata Dyah yakni sebelum makan, setelah beraktivitas di luar rumah, keluar dari kamar mandi atau setelah  buang air besar (BAB).

“Simpel aja, saat akan makan, atau setelah keluar dari kamar mandi,” ujarnya.

Sumber : http://www.tribunnews.com/2013/03/28/belum-semua-rumah-sakit-menyediakan-tempat-cuci-tangan