Jakarta (Beritasatu.com) – Hadirnya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Indonesia menjadi bukti nyata keseriusan Indonesia terus melakukan terobosan dan kemajuan. Demikian pendapat Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Pendidikan dan Kesehatan James Riady.
Menurut James, sistem kesehatan yang full coverage seperti BPJS kesehatan sangat dibutuhkan di Indonesia. Ia menilai, setiap orang berhak mendapatkan fasilitas kesehatan terbaik. Dalam kondisi sehat maka setiap orang akan sejahtera, karena kesehatan merupakan bagian dasar dari sebuah kehidupan.
“Hadirnya BPJS kesehatan merupakan salah satu bentuk pekerjaan besar yang dilakukan pemerintah, hal inilah yang harus didukung pihak swasta,” ujar James dalam “Diskusi BPJS Kesehatan” di Hotel Arya Duta, Jakarta, Rabu (5/2).
James mengatakan, peran swasta adalah mendukung implementasi BPJS. Salah satu bentuk dukungan yang bisa diberikan adalah keterlibatan rumah sakit swasta menjadi jejaring BPJS kesehatan.
Saat ini baru 900 rumah sakit yang bergabung menjadi jejaring BPJS kesehatan dari total 4000 rumah sakit yang ada di Indonesia.
Menurut James, rumah sakit swasta perlu diberikan sosialisasi lebih dalam lagi mengenai BPJS Kesehatan, karena baru sebagian besar rumah sakit swasta yang mengerti tentang program ini.
“Rumah sakit swasta di daerah kebanyakan belum mengetahui BPJS kesehatan. Inilah yang harus ditingkatkan sosialisasinya,” ujar dia
James mengatakan, kualitas pelayanan kesehatan pun harus ditingkatkan karena BPJS Kesehatan tidak akan berarti tanpa kualitas pelayanan kesehatan yang hebat.
Kualitas kesehatan yang hebat terlihat dari pelayanan tenaga kesehatan yang ramah serta alat-alat kesehatan yang modern serta didukung dengan teknologi kesehatan seperti radiologi.
James mengatakan, kebutuhan akan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia semakin meningkat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurut dia Indonesia membutuhkan setidaknya US$ 1 triliun dolar untuk sektor kesehatan maka dari itu dengan adanya BPJS kesehatan semua aspek harus benar-benar sempurna, mulai dari tenaga, rumah sakit, alat-alat kesehatan, serta obat-obatan.
James menjelaskan, BPJS kesehatan secara tidak langsung akan meningkatkan demand, khususnya jumlah pasien maka dari itu supply harus ditingkatkan, terutama jumlah tempat tidur dan tenaga kesehatan.
“BPJS kesehatan juga harus didukung oleh supply yang baik. Tidak apa-apa belum sempurna, tetapi dengan terus melakukan perbaikan, BPJS kesehatan akan bisa sempurna,” ujar James.
Sumber : http://www.beritasatu.com/kesehatan/164627
{module [153]}