Jakarta (Okezone.com) – Selain bencana alam, seorang dokter dan tenaga medis lainnya tidak dapat terlepas dari bencana karena manusia yang berupa konflik sosial. Bahkan, bencana ini merupakan tantangan sesungguhnya bagi seorang dokter.


Demikian disampaikan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla saat menjadi pembicara dalam Stadium Generale Pengelolaan Bencana di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia (UI). Dia menyebut, modal utama yang harus dimiliki seorang dokter dalam menangani konflik adalah keberanian dan kemandirian.

“Bencana karena ulah manusia yang paling berat bagi seorang dokter. Butuh kemandirian dan keberanian di daerah bencana. Kalau tidak memiliki hal itu, maka Anda tidak akan mampu bertahan di daerah konflik,” tutur JK di Aula FK UI, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2013).

Menurut JK, tidak seperti bencana alam dengan rentang waktu yang lebih singkat, konflik memakan waktu yang panjang. Maka, dua hal tadi sangat berperan bagi mereka untuk bisa tetap bertahan di daerah konflik.

“Contoh Konflik Poso dan Maluku yang berlangsung selama tiga tahun dengan jumlah korban mencapai 5.000 jiwa. Dalam satu hari bisa ada lima korban. Kalau tidak punya mental yang kuat untuk melihat kondisi korban yang tanpa kepala atau usus terburai, maka tidak akan bertahan lama,” ungkapnya.

Selain berani, mandiri, dan memiliki mental kuat, JK menilai, sikap netral jika wajib dimiliki para tenaga medis yang akan bertugas di daerah konflik. Artinya, sesuai sumpah dokter, maka mereka wajib menolong siapapun yang membutuhkan tanpa memperhatikan latar belakang orang tersebut.

“Anda harus mampu bersikap netral. Saat Anda memihak, apalagi dalam bencana karena ulah manusia, Anda juga akan kena. Netralitas harus diusahakan semaksimal mungkin walaupun dalam konflik vertikal (antaragama),” tegas mantan Wakil Presiden RI Itu.

Mengingat jangka waktu dan jumlah korban jiwa dalam konflik sosial, JK menilai, tindakan preventif sangat penting untuk dilakukan. Dalam hal ini, lanjutnya, tindakan preventif tersebut berupa penegakkan keadilan. (ade)

Sumber : kampus.okezone.com

{module [153]}