Blora (suaramerdeka.com) – Pemerintah pusat tahun ini memberikan bantuan dana operasional kesehatan (BOK) untuk puskesmas dan jejaringnya di Blora sebesar Rp 2,25 miliar. Jumlah tersebut menurun sedikit dibanding bantuan serupa tahun lalu yang mencapai Rp 2,27 miliar.


Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora, Henny Indriyanti, melalui Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman (P2PLP), Lilik Hernanto mengemukakan, BOK diluncurkan Kementerian Kesehatan mulai 2010. Untuk Kabupaten Blora, dana BOK yang diterima setiap tahun mengalami perubahan.

Lilik menyebutkan di 2010 dana BOK dialokasikan sebesar Rp 8 juta per puskesmas atau total Rp 208 juta. Sedangkan, di 2011, dana BOK meningkat. Yakni sebesar Rp 1,95 miliar.

Alokasi BOK untuk setiap puskesmas di tahun tersebut tidak sama, yaitu berkisar antara Rp 57 juta hingga Rp 83 juta. Dana BOK yang diberikan pemerintah pusat kepada Blora di 2012 lebih banyak dibanding 2011. Alokasinya mencapai Rp 2,27 miliar. Dana tersebut diberikan kepada puskesmas dengan jumlah bervariasi, yakni mulai Rp 62 juta hingga Rp 90 juta.

“Untuk tahun 2013 dana BOK jumlahnya sedikit menurun. Namun demikian, BOK tetap bersifat suplemen. Sehingga komitmen pemerintah daerah sangat diharapkan untuk mengalokasikan anggaran kesehatan secara memadai terutama untuk upaya promotif dan preventif (deteksi dini dan pencegahan)” ujar Lilik Hernanto, Sabtu (23/2).

Menurutnya, seluruh puskesmas calon penerima dana BOK telah dikumpulkan dan mendapat penjelasan dalam sosialisasi BOK di aula Hotel Kencana, belum lama ini. Sosialisasi itu dihadiri pula Bupati Djoko Nugroho.

Lilik Hernanto menyatakan, pengelolaan dana BOK harus transparan dan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. Dana yang diterima itupun diharapkan bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin.

Menurutnya Lilik, BOK merupakan salah satu program unggulan Kementerian Kesehatan dalam upaya membantu pemerintah daerah untuk mencapai target nasional bidang kesehatan. Dana BOK dikucurkan ke puskesmas, lantaran puskesmas mempunyai peran penting sebagai ujung tombak pelayanan bidang kesehatan di masyarakat terutama upaya promotif dan preventif.

“BOK secara khusus dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja puskesmas dan jejaringnya serta poskesdes dan pasyandu. BOK mendorong agar puskesmas mampu mengidentifikasi masalah kesehatan di wilayahnya serta pemecahannya. Peningkatan kinerja puskesmas tentu akan berdampak positif bagi masyarakat yang dilayani,” kata Lilik.

( Abdul Muiz / CN15 / JBSM )

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2013/02/23/146642/Dana-Bantuan-Operasional-Kesehatan-Blora-Menurun