MANILA – Filipina menjadi satu-satunya negara di kawasan Asia Pasifik yang angka kelahiran di kalangan remajanya mengalami peningkatan signifikan. Hal itu terjadi hanya dalam kurun waktu dua dekade terakhir.
Dana Kependudukan PBB (UNFPA) khawatir fenomena ini akan mengakibatkan Negeri Lumbung Padi ke depannya akan dihuni oleh lebih banyak orangtua dan usia tidak produktif. Sehingga, menjadi beban bagi kaum muda untuk mengurusi mereka yang tentu akan bergantung kepada anak-anaknya.
Secara keseluruhan, 10 persen populasi di Filipina adalah perempuan yang berusia antara 15 dan 19 tahun. Kemudian satu dari 10 perempuan tersebut sudah pernah melahirkan dan menjadi seorang ibu.
Perwakilan dari UNFPA, Klaus Beck, mengungkapkan setidaknya tiga anak lahir dari satu ibu muda pada 2013. Meskipun menurun dibandingkan 1960, yang mencatat tujuh kelahiran dari setiap satu perempuan, jumlah ini masih terbilang mengkhawatirkan.
Guna mengatasi masalah tersebut, Beck mengusulkan Pemerintah Filipina meningkatkan mutu dan kesetaraan pendidikan bagi perempuan di negaranya. Selain itu juga memberi perhatian lebih kepada layanan kesehatan dan terbukanya lapangan pekerjaan bagi kaum hawa.
“Dengan kebijakan hak asasi yang benar dan berinvestasi pada sumber daya manusia, negara dapat memberdayakan orang-orang muda untuk mendorong pembangunan ekonomi, sosial, dan meningkatkan pendapatan per kapita negara,” ujar Beck, seperti disitat dari Associated Press, Kamis (7/7/2016).
Menanggapi penelitian tersebut, Menteri Perencanaan Ekonomi Filipina Ernesto Pernia meyakinkan di bawah pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte hal tersebut akan diwujudkan. Salah satunya melalui kebijakan penggunaan alat kontrasepsi, memberikan edukasi seks, dan perawatan bagi ibu.
Kemudian pemerintah juga akan berfokus mengurangi angka kemiskinan secara bertahap, dengan harapan juga dapat menekan tingkat kelahiran di kalangan perempuan muda. Sebab, sudah menjadi rahasia umum bahwa kebanyakan mereka yang melahirkan di usia muda berasal dari kalangan masyarakat kelas bawah. (Sil)
Oleh: Silviana Dharma
Sumber: http://news.okezone.com/
{module[153]}