Medan, (Analisa). Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kemenkes RI dr. Supriyantoro, Sp.P MARS menilai, Sumatera Utara dengan potensi wisata Danau Toba dan didukung dengan sarana kesehatan, seharusnya mampu membuat medical tourism.Untuk itu, kata Dirjen saat meresmikan Rumah Sakit Murni Teguh di Medan, Rabu (12/12), perlu ada pembenahan infrastruktur dan pelayanan kesehatan.
Sebenarnya, lanjut Dirjen, selama ini banyaknya orang berobat ke luar negeri bukan karena karena fasilitas atau tenaga medis di luar yang lebih baik, tapi sistem pelayanan di dalam negeri yang tidak maksimal.
“Masih ada oknum-oknum petugas di rumah sakit yang kurang peduli terhadap pasien, baik cara komunikasi dan maupun pelayanannya,” ucapnya.
Terbukti, katanya, tidak sedikit permasalahan kesehatan di dalam negeri. “Kita lihat di media massa, masih banyak keluhan-keluhan pasien saat di RS. Ini yang menjadi penyebab kenapa masyarakat kita masih banyak berobat ke luar negeri,” kata Supriyantoro.
Menurutnya, pemerintah tidak bisa menyalahkan masyarakat yang lebih mempercayakan kepada rumah sakit terkait pelayanan kesehatannya. “Mari salahkan diri sendiri kenapa masyarakat lebih percaya kepada RS luar negeri. Kita bukan kalah tingkat atau fasilitas, tapi kalah dalam memberikan pelayanan terhadap pasien,” sebut Dirjen.
Untuk membuat masyarakat tidak berobat ke luar negeri, katanya, bukan hal yang sulit. “Cukup mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada layanan kesehatan. Caranya, dengan memperbaiki customer service,” ucapnya.
Salah satu upaya untuk itu, katanya, pemerintah menetapkan akreditasi rumah sakit yang berorientasi pada output dan outcome. “Akreditasi RS kita ubah, yakni harus mampu menerapkan customer care, manajemen baik serta berperan serta dalam target Millenium Development Goals (MDGs).
“Selain itu RS harus melaksanakan promotif dan preventif tidak hanya kuratif, sehingga bisa mengurangi angka kesakitan di tengah masyarakat,” jelasnya.
Kehadiran RS Murni Teguh ini, lanjutnya, diharapkan bisa menjadi teladan bagi rumah sakit lainnya. Bahkan, lebih jauh lagi, mampu menarik pasien dari luar negeri ke RS ini. “Dengan memberlakukan medical tourism yang menyajikan keindahan Sumut ini, kita mampu menarik pasien-pasien dari luar negeri. Di dalam negeri, RS ini diharapkan bisa membangun jejaring dengan rumah sakit lainnya,” katanya.
Layani Masyarakat Miskin
Di sisi lain, dia berharap RS Murni Teguh juga melayani masyarakat kurang mampu berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan demi kesehatan masyarakat. “Apalagi nanti, kalau SJSN sudah diberlakukan pada awal 2014. Saat itu, seluruh masyarakat Indonesia sudah mendapat jaminan pelayanan kesehatan,” ucapnya.
Walikota Medan Rahudman Harahap juga berharap agar RS Murni Teguh mampu memberikan alternatif layanan kesehatan di Medan, serta memberi pelayanan kesehatan yang terbaik untuk masyarakat. Pelayanan tidak hanya bagi pasien mampu tapi juga pasien miskin.
“Kita terus mendorong meningkatkan pembangunan kesehatan di Kota Medan. Tidak hanya pelayanan swasta tapi juga sarana pelayanan pemerintah,” ungkap Rahudman.
Dia juga menyebutkan, di tahun 2013, RS Pirngadi Medan akan mengembangkan ruang VIP dan perlengkapan lainnya. “Sejauh ini sudah tersedia 14 puskesmas rawat inap Kota Medan yang melayani 24 jam,” sebut Walikota seraya berharap pemerintah pusat memperhatikan perlengkapan kesehatan dalam meningtakan standarisasi rumah sakit.
Direktur Utama RS Murni Teguh dr Mutiara MKT menjelaskan, RS ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang berkualitas termasuk masyarakat kurang mampu.
“Karena itu RS ini siap untuk berpartisipasi mewujudkan jaminan kesehatan semesta di tahun 2014 sebagai program pemerintah yang harus didukung oleh segenap insan kesehatan termasuk swasta,” katanya.
Pihaknya juga mengaku siap untuk melayani pasien-pasien Jamkesmas apabila dipercayakan oleh pemerintah setempat sebagai provider. “Fasilitas RS yang baik dan modren ini boleh dimanfaatkan oleh masyarakat kurang mampu karena mereka berhak mendapatkan pelayanan yang baik sebagai tanggungjawab sosial kita terhadap sesama,” ungkap dr. Mutiara.
Menurut Mutiara, rumah sakit dengan nama mendiang ibunya “Murni Teguh” itu memang mengunggulkan pelayanan penyakit kanker dan jantung. Mereka sudah melengkapi sarana dan prasana pendukung untuk itu.
“RS memiliki instalasi gawat darurat, radiologi, imaging, instalasi rawat jalan, rawat inap, farmasi, laboratorium, radioterapi, hemodialisa, kamar bedah, kamar bersalin, pelayanan intensif, rehabilitasi medik, hemodialisa, kamar bedah, kamar bersalin dan lainnya,” sebut Mutiara.
Acara peresmian juga dihadiri Jenderal Polisi (Purn) Sutanto, Staf Ahli Menko Kesra Dr Leo Nababan, Owner RS Murni Teguh Martua Sitorus yang juga adik dr Mutiara MKT, Ketua Umum PB Wushu Indonesia Master Supandi Kusuma, Kadis Kesehatan Sumut dr RR Sri Hartati Surjantini MKes, para dokter dan undangan lainnya. (nai)