Sambas (Tribunpontianak.co.id) – Kadis Kesehatan Kabupaten Sambas, dr I Ketut Sukarja mengungkapkan pihaknya berkomitmen untuk menekan angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Sambas, hal ini sesuai dengan target dari nasional sebesar 102 per 100 ribu kelahiran.
 

“Kita tiap tahun selalu komitmen untuk menekan angka kematian ibu dan anak, setidaknya 13-14 kasus kita upayakan setiap tahunnya. Selain itu kita juga melakukan berbagai langkah atau upaya agar tidak terjadi kasus kematian ibu dan anak,” ujar dr I Ketut Sukarja kepada Tribunpontianak.co.id, Senin (11/2/2013).
 
Dikatakan, upaya-upaya tersebut diantaranya melakukan program kemitraan bidan dan dukun beranak, melakukan audit kematian ibu dan anak, memberikan penyuluhan dan berbagai langkah lainnya.
 
“Selain itu kita juga melakukan kemitraan Puskesmas dan pada 2012 sebanyak tujuh Puskesmas dan pada 2013 mendatang sekitar delapan puskesmas untuk dilakukan kemitraan,” katanya.
 
“Memang banyak penyebab kematian ibu dan anak yaitu, terjadinya pendarahan pada saat persalinan, dan ditambah lagi yang menanganinya merupakan orang non medis, kawin terlalu muda, hamil dalam usia yang tua, serta gizi orangtua juga turut mempengaruhinya,” ujarnya. 
 
Penulis : Suhendra Yusri
Editor : Jamadin