Bisnis.com, SOREANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung menyatakan tingginya angka kematian bayi terbilang wajar. Pasalnya, angka kelahiran dan jumlah penduduk di Kabupaten Bandung cukup besar.


Sebelumnya diberitakan, angka kematian bayi di Kab Bandung mencapai 169 orang dan Kab Bandung termasuk dalam lima besar daerah dengan angka kematian bayi paling tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Achmad Kustijadi mengatakan, meskipun tinggi, jumlah tersebut tidak berarti angka kematian bayi baru dilahirkan ini benar-benar tinggi.

“Tolong lihat jumlah penduduk dan jumlah kelahirannya. Mungkin kalau di Kabupaten/Kota lain, angka seperti itu cukup banyak, tapi disini penduduk dan angka kelahirannya pun tinggi,” katanya, kepada wartawan, Rabu (18/6/2014).

Meski begitu, pihaknya akan terus bekerja keras untuk menurunkan angka kematian bayi baru dilahirkan. Salah satunya dengan menjalankan fungsi pemerintah sebagai regulator, mediator dan fasilitator. Apalagi adanya Perda KIBBLA Kabupaten Bandung No. 08/2009 dan lain sebagainya.

Dalam praktiknya, pihaknya melakukan program penyelarasan antara bidan dan paraji. Wibawa dan finansial paraji harus tetap terjaga, tapi tetap upaya persalinan ibu hamil harus ditangani tenaga medis seperti bidan dan dokter. Peran paraji bergeser menjadi penanganan paska melahirkan.

Dia menyebutkan jumlah paraji di Kab Bandung yang mencapai 750 orang diharapkan bisa menjadi mitra dibidang kesehatan untuk menangani bayi pascakelahiran.

“Dokter, bidan atau paraji di hadapan Tuhan itu sama. Sama-sama berperan menyelamatkan jiwa manusia, sehingga kami pun harus merangkul juga paraji sebagai mitra. Dengan cara tetap menjaga wibawa dan finansialnya,” katanya.

Tehnisnya setiap bidan atau dokter yang menangani persalinan di suatu desa, diwajibkan menyisihkan sebagian penghasilannya untuk paraji. Disisi lain paraji mempromosikan kepada masyarakat atau ibu hamil agar melahirkan dengan menggunakan jasa tenaga medis bidan atau dokter.

Sumber: http://bandung.bisnis.com/read/20140618/82444/511120/

{module [153]}