Samarinda (Tribunnews.com) – Awal tahun 2013 mendatang 4 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Samarinda akan melayani fasilitas rawat inap. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda Nina Endang Rahayu belum lama ini.

Jika sebelumnya sudah ada Puskesmas dengan kapasitas tempat tidur rawat inapnya  di Lempake (20 bed), Bantuas (4 bed), Palaran (8 bed dan saat ini sedang direhab menjadi kapasitas 16 bed) maka menyusul di Makroman (6 bed).


“Makroman baru mau akan kita launching dan sekarang baru direhab. Rawat jalannya sudah dan rawat inapnya belum, nanti di awal 2013,” katanya.

Menurut Nina, ada beberapa alasan yang melatar belakangi sebuah Puskesmas dijadikan rawat inap yakni dari segi lokasi dan kunungan pasien.

“Rawat inap lebih ke penyangga. Artinya, kecelakaan bisa dirawat inap dan bila sudah stabil akan dikirim ke rumah sakit atau dipulangkan. Jadi, kalau posisi jauh dari rumah sakit maka dijadikan rawat inap. Kemudian juga jika kunjungan banyak, dan kebanyakan perlu diinapkan,” katanya.

Dengan diberlakukannya fasilitas Puskesmas tersebut, maka menurut Nina yang perlu dilakukan adalah penambahan tenaga ,edis yang ada terutama dokter. Dimana masing – masing puskesmas di siapkan ( stand by) 4 dokter setiap harinya termasuk hari Minggu.

“Harus ada 4 dokter di 1 puskemas, pagi, siang, malam dan hari Minggu. Jadi dokternya yang kita tambah. Walaupun istilahnya tunjangan dokternya yang dinaikkan dan dokter mau jam kerjanya jadi 18 jam, itu nggak akan maksimal. Human error-nya pasti muncul,” katanya.


Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Doan Pardede. Editor: Hendra Gunawan  |  Sumber: Tribun Kaltim