Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Alex Noerdin menyerahkan Surat Keputusan (SK) Penetapan kepada empat rumah sakit di antaranya Rumah Sakit (RS) Ernaldi Bahar, RS Khusus Mata, RS Khusus Paru-Paru, dan RS Khusus Gigi & Mulut untuk dikelola oleh Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) Sumsel.
Penyerahan SK dilaksanakan di gedung Aula Rumah Sakit Mata, Jl Kolonel H. Burlian, Palembang, Sumsel Rabu (20/7) lalu. Untuk diketahui, BLUD adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau Unit Kerja pada SKPD di lingkungan pemerintah daerah (pemda) di Indonesia yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang/jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan, dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas.
BLUD merupakan bagian dari perangkat pemda, dengan status hukum tidak terpisah dari pe merintah daerah. Berbeda dengan SKPD pada umumnya, pola pengelolaan keuangan BLUD memberikan fleksibilitas berupa keleluasaan untuk mene rapkan praktik-praktik bisnis yang sehat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, seperti pengecualian dari keten tuan pengelolaan keuangan daerah pada umumnya. Selanjutnya, rumah sakit yang dikelola mela lui PPK-BLUD akan mendapat kemudahan dalam mengelola anggaran.
Pengelola rumah sakit dapat menggunakan anggaran dengan jumlah unlimited atau tidak terbatas dan ti dak menunggu tahun anggaran berikutnya untuk kegiatan-kegiatan pengadaan barang. Kemudian, diberi kemudahan untuk bekerja sama dengan pihak ketiga dalam berinvestasi. Gubernur Alex mengatakan, pembangunan di Sumsel harus konsisten. Semua bermuara pada sumberdaya manusia (SDM) yang harus cerdas, sehat dan masyarakat harus punya lapangan pekerjaan.
“Saya apresiasi rumah RS Mata Ernaldi yang sudah banyak menangani pasien untuk berobat. Saya melihat pasien yang berjubel, itu luar biasa apalagi RS khusus mata Ernaldi Bahar memberikan pelayanan berstandar nasional serta dokternya bagus-bagus walau pun ini berobat gratis berbeda dengan daerah lain,” ujarnya.
Alex menambahkan, masyarakat Sumsel harus bangga karena mempunyai program yang unggul yakni, berobat gratis dan sekolah gratis, menjadi contoh serta diadopsi daerah lain. “Jadi kita harus meningkatkan kualitas rumah sakit yang ada di Sumsel, fasilitasnya harus ditambah walaupun perekonomian kita dalam masa kesulitan, mungkin APBN tahun ini akan sulit tetapi kita akan tetap berusaha mungkin dana dari pihak ketiga,” tutupnya.
Dengan diserahkan SK itu, Alex berharap kepada keempat direktur rumah sakit untuk dapat meningkatkan pelayanan dan fasilitas rumah sakit yang berstandar internasional. “Namun harus tetap berhati-hati, harus akuntabel, bisa diaudit setiap saat, sekarang mudah, kalau dulu harus laporan tapi sekarang bisa langsung, lebih mandiri,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Dra Lesty Nuraini mengungkapkan, untuk PPK-BLUD rumah sakit hampir seluruhnya sudah di BLUD. Dengan adanya PPK-BLUD diharapkan pendapatan rumah sakit juga meningkat. Ditargetkan tahun depan pendapatan untuk rumah sakit bisa menyentuh angka Rp 35 miliar, pada tahun ini saja ditargetkan mendapatkan Rp 24 miliar. “Dengan adanya SK ini, rumah sakit mempunyai kemudahan dalam pengelolaan keuangan, sehingga mereka bebas berinovasi tergantung dari para direktur,” ujarnya.
“Kita harapkan ini berjalan dengan baik. Hubungan kerja yang didukung kader-kader lain untuk meningkatkan mutu kesehatan, mutu keuangan, dan diharapkan semua penuh kerja profesional dan penuh tanggung jawab,” ujar Lesty. (tim)
Sumber: http://indopos.co.id/
{module[153]}