Saat ini, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas dan jumlah tenaga kesehatan yang diharapkan dapat terdistribusi secara luas hingga ke pelosok daerah atau daerah terpencil.
“Pemerintah telah bekerja sama dengan beberapa fakultas kedokteran untuk mengadakan program intership (magang) sebagai upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan,” papar Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih pada pembukaan Pertemuan Konsultasi Regional untuk Penguatan Manajemen SDM Bidang Kesehatan di Negara Kawasan Asia Tenggara, di Kuta, Bali, Senin (13/2/2012).
Program tersebut dimaksudkan guna memberi pengalaman kepada para dokter yang baru lulus, untuk melakukan praktik klinis. Mereka bisa bekerja pada fasilitas kesehatan di pedesaan yang tersebar di berbagai daerah.
Dengan begitu, para lulusan dokter muda ini, bisa membantu meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan berkualitas.
“Selain program magang, disediakan pula program beasiswa pelatihan kedokteran dan dokter gigi untuk mendapatkan gelar spesialis,” ujar Endang.
Menkes mengatakan, penyelenggaraan program dokter dengan kompetensi tambahan seperti pada dokter umum, juga diberikan pelatihan kemampuan dasar perawatan spesialis tertentu.
Selain itu, didirikan pula Dewan Tenaga Kerja Kesehatan (DTKK) untuk menjamin kualitas pekerja kesehatan nonmedis. “DTKK didirikan dari tingkat pusat sampai ke tingkat provinsi,”imbuhnya.
Endang juga menyebutkan, saat ini ada 71 fakultas kedokteran, 25 fakultas kedokteran gigi, 143 fakultas kesehatan masyarakat, 38 politeknik dan berbagai lembaga pendidikan profesional kesehatan di seluruh Indonesia. Untuk penguatan tenaga kesehatan sebagaimana ditetapkan dalam Deklarasi Dhaka Bangladesh, pada 2006 lalu, maka Indonesia tetap berkomitmen mengembangkan kebijakan dan peraturan peningkatan ketersediaan tenaga kerja kesehatan.