Medan (Analisa) – Mengingat vitalnya organisasi farmasi, yakni mampu menyediakan layanan obat bermutu, murah dan terjangkau mulai dari produksi hingga distribusi, maka Gabungan (GP) Farmasi bisa memberikan kontribusi besar dalam mewujudkan visi Millenium Development Goals (MDGS) atau Tujuan Pembangunan Millenium. Namun tak cukup cuma satu pihak, diperlukan sinergi seluruh pihak.


Demikian disampaikan Kepala Balai Besar Pengawasan Obat Dan Makanan (BBPOM) Sumut, I Gede Nyoman Swandi, MKes dalam sambutannya saat acara silaturahim Keluarga Besar GP Farmasi dalam rangka bertahun baru 2013 serta menyambut Hari Raya Imlek Tahun 2564.

Acara digelar di Hotel Grand Elit, Jalan Gatot Subroto, Medan, Kamis (24/1). Nyoman Swandi merasa betapa penting silaturahim tersebut mengingat peran farmasi sangat vital dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemeratan pelayanan obat bermutu, peningkatan kualitas layanan akses obat ke masyarakat, dan harga yang terjangkau serta menekan arus peredaran obat ilegal.

Swandi juga mewanti-wanti, jangan sampai masyarakat mendapatkan obat yang berbahaya dari GP Farmasi, karena itu bisa meruntuhkan kepercayaan masyarakat pada farmasi. Karena itu, sambungnya, mari tumbuhkan kepercayaan bahwa anggota GP Farmasi sumut menyediakan obat-obat bermutu dan dapat dijangkau masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Plt Gubsu berhalangan hadir karena satu dan lain hal. Untuk itu diwakili oleh Kepala Dinkes Sumut dr Hj Hartati Suryantini. Melalui Suryantini, Gubsu mengaminkan betapa vitalnya peran organisasi farmasi, sebab di dalamnya bernaung orang-orang yang kompeten menangani obat.

Suryantini menambahkan, vitalnya organisasi GP Farmasi karena terus memberikan pelayanan yang terbaik dan tetap menjaga mutu produk mulai dari produksi sampai distribusinya. Bahkan, lanjutnya, dalam menjalankan usahanya, GP Farmasi selalu mengacu pada aturan hukum.

Tak lupa diinformasikannya, sejak pemerintah mencabut subsidi BBM 12 April 2012 lalu, kebijakan tersebut berdampak kuat pada sektor kesehatan. Salah satunya, mengakibatkan harga obat makin tinggi. Mengakali hal tersebut, kata Suryantini, obat generik perlu dipopulerkan lebih giat. “Obat generik adalah obat bermutu tapi murah. Tidak kalah dari obat lain,” imbuhnya.

Untuk kelancaran promosi, ia berharap GP Farmasi turut ambil bagian membantu mempromosikan obat generik kepada masyarakat. Usaha promosi obat generik itu dirasa penting, sebab jika tidak, masyarakat bisa kehilangan kepercayaan pada obat generik.

Menyikapi sambutan Kepala Dinkes Sumut, Ketua GP Farmasi Medan Drs Bachtiar mengatakan Dinkes Sumut dan Dinkes Medan serta BBPOM agar selalu membimbing dan memberi arahan kepada GP Farmasi demi kelancaran usaha farmasi di Sumut dan Medan.

Pentingnya silaturahim tersebut juga diaminkan Ketua GP Farmasi Sumut, T Amin Wijaya. Pertemuan ini penting demi menghadapi tantangan bisnis yang semakin berat,” sahutnya. Lewat silaturahim tersebut, ia berharap akan semakin terjalin kuat kerjasama dalam memajukan bisnis farmasi serta menguatkan suasana kekeluargaan di masa-masa mendatang.

Turut hadir Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sumut Drs Siskandri Siregar, Apoteker, Ketua IAI Medan Drs Rajoki, Apoteker, Ketua Panitia Joni, Ketua YLKI Sumut Drs Abubakar, Sesepuh GP Farmasi Sumut Drs Wesly Siahaan, Harison, dan Yakob Lie dan undangan. (dgh)

Sumber : http://www.analisadaily.com/news/read/2013/01/26/103015/gp_farmasi_bisa_beri_kontribusi_besar_wujudkan_mdgs/#.UQckUfKpwg8