Depok (Metrotvnews.com) Persebaran dokter yang tidak merata dan cenderung terkonsentrasi di Pulau Jawa dan kota-kota besar di Indonesia membuat Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) prihatin.


Kondisi itu dikhawatirkan akan mengganggu pelaksanaan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Terkait dengan persebaran dan pemerataan distribusi dokter, IDI dinilai memiliki peran strategis.

Pasalnya surat izin praktik yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan harus berdasarkan rekomendasi organisasi dokter ini.

“Hampir 60% dokter yang ada di Indonesia berada di Pulau Jawa. Itu menunjukkan adanya disparitas yang tajam terhadap layanan kesehatan di Indonesia,” kata Kabid Pengembangan Sistem Pelayanan Kedokteran Terpadu dengan Sistem Rujukan PB IDI Gatot Soetono seperti dilansir Antara, Sabtu (23/2).

Jumlah dokter yang tercatat di Indonesia saat ini 94.641 orang dan paling banyak, yaitu 19.567 orang atau 20,67% berada di Jakarta, disusul di Jawa Barat 14.573 orang (15,40%), Jawa Timur 10.623 orang (11,22%) dan Jawa Tengah 9.999 orang (10,57 %).

Selain persebaran yang tidak merata di seluruh Indonesia, katanya, sebagian besar dokter juga berada di ibu kota provinsi. Akibatnya, ketersediaan dokter di daerah juga tidak merata.

“Ada daerah yang tidak memiliki dokter spesialis paru-paru, padahal penyakit ini cukup banyak kasusnya di Indonesia.”
(Ant/Nav)

Sumber : http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/02/23/3/133212/IDI-Prihatin-Persebaran-Dokter-tidak-Merata