Medan (Analisa). Ikatan Prostodonsia Indonesia (IPROSI) Cabang Medan menggelar pertemuan ilmiah prostodontik internasional Medan 2012 (Medan International Prosthodontic Scientific Meeting/1st Medan Inpro 2012) selama tiga hari di Hotel JW Marriot, Medan, 30 Agustus-1 September.

Pertemuan bertema “Interprofessional Collaboration in Prostodhontic Treatment to Improve Quality of Life” itu diikuti ratusan peserta dan pembicara dari tujuh negara.


Demikian disampaikan Ketua IPROSI Cabang Medan dan Guru Besar Prostodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara (FKG USU), Prof drg Ismet Danial Nasution PhD SpPros(K), kepada wartawan di FKG USU kampus Padang Bulan, Medan, Sabtu (25/8).

Dalam keterangan persnya, mantan Dekan FKG USU dan mantan Ketua Asosiasi FKG se-Indonesia ini didampingi antara lain Ketua Program Spesialis Dokter Gigi Departemen Prostodonsia FKG USU, Prof drg Haslinda Z Tamin MKes SpPros(K) yang juga Ketua Panitia Pelaksana kegiatan ini.

Ismet menjelaskan, pertemuan ilmiah internasional ini dilatarbelakangi perkembangan ilmu pengetahuan, tekonologi dan seni khususnya yang terkait dengan ilmu ini sangat pesat.

“Di samping itu adalah bahwa masalah kesehatan menjadi kebutuhan utama masyarakat dan menjadi tugas siapa saja untuk mewujudkannya,” sambungnya.

“Karena itu, dokter gigi dituntut untuk terus mengembangkan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dalam menjalankan tugas profesinya sehingga bisa meningkatkan kualitas pelayanannya,” tambahnya.

Di bagian lain dipaparkan, 1st Medan Inpro 2012 ini menyajikan pertemuan ilmiah dan penyampaian makalah yang bersifat interdisiplin, multidisiplin, transdisiplin, dan prostodontik sendiri.

Menurut Ismet, materi ini sengaja dipilih sebagai upaya menyahuti kebijakan yang dikembangkan oleh Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan Nasional dalam program pengembangan mutu pendidikan profesi kesehatan khususnya profesi dokter gigi.

“Medan Inpro 2012 ini menjadi pertemuan ilmiah pertama di Indonesia yang menyahuti program yang dikembangkan Ditjen Dikti Kemdiknas yang bersifat lintas ilmu, disiplin, dan sejenisnya ini,” katanya yang juga merupakan personal in charge (PIC) program ini untuk bidang kedokteran gigi.

Program Ditjen Dikti Kemdiknas ini harus mampu diserap dan dipahami oleh kalangan dokter gigi karena pada ssat ini mereka tidak bisa menjalankan tugasnya semata-mata dengan mengandalkan ilmu di bidangnya. Profesi mereka menuntut kerja sama dengan keilmuan lainnya.

Materi kegiatan

Di akhir keterangannya, Ismet Danial Nasution menyebutkan, kuliah utama pertemuan ilmiah internasional ini akan diisi oleh 36 pembicara dari tujuh negara, yaitu Brazil, Sudan, Irak, Singapura, Filipina, Malaysia dan Indonesia sendiri dan 19 universitas dalam dan luar negeri.

Sementara, kuliah singkat akan disampaikan oleh para dokter gigi dan dokter dari FKG dan Fakultas Kedokteran dan institusi kesehatan dari Indonesia, Brazil, Sudan, Irak, dan Malaysia. Total makalah yang disajikan mencapai 106 makalah.

Sementara, dalam panel diskusi umum yang mengambil tema “Peranan Kesehatan Mulut dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia”, akan tampil likma pembicara masing-masing Prof Hiroshi Ogawa (Jepang), dr Ratna Rosita MPHM (Sekjen Kementerian Kesehatan Indonesia), Prof Ismet Danial Nasution (USU), perwakilan Ditjen Dikti Kemdiknas, dan Komas Lansia.

Medan Inpro ini juga akan menganugerahkan penghargaan keilmuan yang bernama “Gubsu Scientific Award”.

Penghargaan ini diberikan pada 31 Agustus dan nominatornya sendiri saat ini sudah terpilih.

Menutup keterangannya, Ismet Danial Nasution menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga kegiatan ini bisa terlaksana, khususnya kepada Gubsu yang telah bersedia memberikan penghargaan. (gas)