Solo (timlo.net) – Bangsal Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Moewardi, Jebres, Solo kebanjiran pasien. Kondisi tersebut terdapat pada bangsal Kelas III serta bangsal VIP.
Direktur RSUD dr Moewardi, drg Basoeki Soetardjo MMR, menjelaskan, overloadnya bangsal menyusul banjirnya kiriman pasien rujukan dari rumah sakit daerah lain. Bahkan, lanjutnya, beberapa di antaranya terpaksa ngantri di ruang transit Instalasi Gawat Darurat (IGD) menunggu sampai kamar tidur Kelas III kosong.
“Kenapa overload karena kesannya rumah sakit ini seperti Puskesmas raksasa. Jadi daerah tidak bisa tangani dirujuk ke sini karena menganggap dokter spesialis di sini lebih banyak. Itu salah satu faktornya,” ujar Basoeki Soetardjo ketika ditemui wartawan, Jumat (22/3).
Disebutkan, sedikitnya ada 10 tempat tidur yang disediakan di transit room IGD. Tempat ini digunakan sementara waktu selama bangsal yang ada kondisinya penuh. Selanjutnya setelah bangsal kosong, pasien dipindah menempati bangsal yang tersedia.
“Pasien yang datang ke IGD dan ternyata kondisinya harus rawat inap, sementara masih belum ada tempat tidur kosong, maka kami tempatkan di transit room di IGD,” katanya.
Dijelaskan Basuki, jumlah kamar Kelas III ada 362 tempat tidur atau 46 persen dari total jumlah tempat tidur di RSUD dr Moewardi. Angka ini, lanjutnya, melebihi standar pemerintah yang wajib menyediakan 30 persen untuk bangsal Kelas III.
Sedangkan bangsal Kelas II jumlahnya mencapai 113 tempat tidur, Kelas I 44 tempat tidur, VIP A 42 tempat tidur, VIB B 108 tempat tidur dan Super VIP ada empat tempat tidur. Selain itu kelas khusus ICU sebanyak 116 tempat tidur.
Sumber : http://www.timlo.net/baca/65308/kebanjiran-pasien-rs-dr-moewardi-seperti-puskemas-raksasa/