MEDAN (waspada Online)– Penderita jantung di wilayah Sumatera, khusunya Kota Medan nantinya tidak perlu lagi berobat ke Jakarta, apalagi ke luar negeri .
Karena pelayanan khusus penyakit jantung (cardiac center) segera beroperasi di RSUPH Adam Malik,Medan. Kepastian pengoperasiancardiac center itu ditandai dengan masuknya alat-alat kesehatan yang didatangkan dari Korea Selatan (INA-14),kemarin. Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Pusat Haji (RSUPH) Adam Malik,Medan Azwan Hakmi Lubis menyebutkan, dengan masuknya alatalat kesehatan dari Korea Selatan itu, berarti sudah memenuhi kebutuhan cardiac center untuk segera beroperasi. “Sesuai dengan visi kami, kami akan meningkatkan mutu pelayanan.
Rencananya (cardiac center) kami buka Agustus mendatang, dan kami harapkan seluruh barang sudah masuk akhir tahun,” kata Azwan seusai penandatanganan kontrak pengadaan alat medis dan nonmedis di RSUPH Adam Malik,Medan,kemarin. Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Vice President Daewoo Consortium Mr Hong Doo Young, Direktorat Jenderal (Dirjen) Bina Upaya Kesehatan, Kementerian Kesehatan Supriyantoro, Dirut PT Rajawali Nusindo Rahmat Hidayat, dan Azwan Hakmi Lubis. Azwan menambahkan, pemerintah pusat sudah menetapkan RSUPH Adam Malik, Medan sebagai pusat regional wilayah barat untuk pelayanan penyakit jantung.
Dengan demikian penderita jantung tidak perlu lagi berobat jauh-jauh hingga ke luar negeri. “Kami berharap pasien cardiologi (jantung) tidak lagi kemana-mana, karena kami sudah sediakan pelayanannya di sini,”ujarnya. Ketua Departemen Kardiologi RSUPH Adam Malik, Medan Prof Dr Abdullah Afif Siregar So.A (K) SpJP (K) mengungkapkan, pembangunan cardiac centre ini dilakukan mengingat banyaknya pasien penyakit jantung yang datang ke RSUPH Adam Malik, Medan.
Dalam sehari, ada sekitar 100- 150 pasien yang berkunjung ke poliklinik dengan keluhan jantung. Dari jumlah itu,pihaknya hanya bisa melakukan dua kali operasi. Karena ruang operasi dan fasilitas sangat terbatas. “Dengan adanya cardiac center ini,nantinya kami sudah bisa lakukan operasi lima kali dalam seminggu.Selain itu,yang tadinya kami hanya melayani kasus jantung ringan dan sedang, mudah-mudahan kami bisa tangani kasus menengah dan berat, seperti kelainan koroner dan penggantian katub yang disertai komplikasi lain,”pungkasnya.
Sementara itu, Supriyantoro mengatakan, gedung khusus pelayanan penyakit jantung di RSUPH Adam Malik, Medan akan menjadi rumah sakit rujukan bagi masyarakat di wilayah barat. Sehingga RSUPH Adam Malik sebagai salah satu dari 10 rumah sakit di Indonesia yang sedang dalam proses menuju rumah sakit berstandar internasional, bisa segera tercapai. “Dengan masuknya alatalat kesehatan yang baru datang dari Korea ini, kami berharap RSUPH Adam Malik dapat meningkatkan mutu pelayanannya,” ungkapnya.
Masuknya alat-alat kesehatan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah agar rumah sakit di Indonesia, terutama di Medan yang berdekatan dengan Malaysia maupun Singapura,bisa bersaing. “Biaya perjalanan dari Medan ke Singapura dan Malaysia lebih murah dari pada Medan ke Jakarta. Kami harus sadari bahwa kenyataannya masih banyak masyarakat yang berobat ke luar negeri.
Kami tidak bisa salahkan masyarakat, sehingga kamilah yang harus memperbaiki diri dengan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.