Berbagai upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan membutuhkan para klinisi (dokter, perawat, bidan dan klinisi lainnya) sebagai pelaksana utama dan terpenting di lapangan. Meskipun terlihat dan dianggap berbeda namun sesungguhnnya berbagai upaya tesebut seperti: TQM, CQI, GKM, PSBH, Akreditasi, ISO 9000, Audit Klinik, Lean Hospital pada dasarnya sama persis.

Kieran Walshe (2009) seorang peneliti di Inggris menemukan bahwa berbagai upaya tersebut semuanya membutuhkan paling tidak empat hal, yaitu kepemimpinan, siklus dan alat peningkatan mutu; Keterlibatan seluruh staf; dan komitmen para klinisi (terutama klinisi senior).

Keterlibatan klinisi sangat penting karena ditangan merekalah pelayanan kesehatan disampaikan kepada para pasien/masyarakat, manajemen “hanya” mendukung dari aspek regulasi organisasi. Namun demikian saat ini peran tersebut perlu ditingkatkan, berbagai kendala terkait dengan keterlibatan klinisi adalah beban kerja dilapangan dan juga karena motivasi para klinisi.

Menjadi tugas para manajer sarana pelayanan kesehatan dan organisasi profesi termasuk institusi pendidikan tenaga kesehatan untuk dapat meningkatkan keterlibatan klinsi dalam upaya peningkatan mutu. Dua artikel yang dapat dijadikan sumber ide untuk hal tersebut kami tampilkan pada minggu ini. Selamat berinovasi.(hd)

{jcomments on}