Knowledge Sector Initiative, Seri Lokakarya Komunikasi
Bogor, 1-3 Oktober 2014
Knowledge Sector Initiative (KSI) bekerjasama dengan DFAT, AusAid dan Bappenas, kali ini kembali mengadakan lokakarya. Diselenggarakan di Hotel Santika Bogor, lokakarya ini mengambil tema “Pemetaan dan Hubungan dengan Media” sebagai rangkaian terakhir Lokakarya Komunikasi yang dipersembahkan bagi para peserta yang berasal dari mitra-mitra KSI.

Lokakarya yang diselenggarakan selama 3 (tiga) hari ini menghadirkan pakar-pakar dibidangnya. Di sesi yang pertama kali ini, hadir Perencana Senior dan Anggota Tim Analisis Kebijakan dari Bappenas, Hanan Nugroho. Beliau menyampaikan materi “Mengkomunikasikan Hasil Penelitian Melalui Media”.
Sebelum memulai sesi yang pertama, Listy Irawati sebagai Acting Program Manager perwakilan dari DFAT memberikan sambutan. Komitmen untuk memperkuat mitra lembaga dalam menyampaikan hasil penelitian lembaga ke masyarakat luas agar lebih mudah dimengerti.
Sambutan selanjutnya dari Bappenas menambahkan, lokakarya kali ini berguna untuk membuka jalan dari lembaga penelitian ke masyarakat. Tidak hanya itu tetapi juga menghubungkan lembaga penelitian dengan lembaga kebijakan seperti pemerintah daerah maupun pusat. Saat ini Bappenas masih berusaha membuka simpul itu dengan mengadakan kegiatan seperti ini.
Dalam pelaksanaan lokakarya hari pertama ini, berbagai narasumber yang ahli dibidangnya mengupas penelitian dan advokasi ke media. Mulai dari Hanan Nugroho, Mardiyah Chamim dari Tempo Institute, Daru Priambodo, Iwan Setyawan, Salahudin Manggalani, dan Mira Renata.
Hari ke-2 dibuka dengan presentasi evaluasi tugas hari pertama “menggemakan isu di media sosial”. Kelompok dibagi menjadi 5 yaitu Kelompok kemiskinan, kesehatan, life style, agama dan politik . PKMK masuk kelompok kesehatan mendapat kesempatan kedua untuk mempresentasikan hasil evaluasi. PKMK menggunakan twitter dan facebook. Kelompok 2 menggunakan Heshtage DPR Baru dan BPJSKes, harapannya akan banyak komentar, retweet dan like dari audinece. PKMk menggunankan trik seri, dan terbuktu trik ini merupakan trik yang jitu.
Kegiatan lokakarya hari ke-2 diisi oleh Burhans, Dinita Andriani Putri , Fajri Siregar dan Hermin Y. Kleden. Setelah redaktur eksekutif Tempo memaparkan materinya, lokakarya dilanjutkan dengan sesi membuat pers rillis. Kegiatan dimulai dengan menentukan tema dan judul. Terjadi perdebatan tema dari perwakilan PKMK, Pusat penelitian HIV Atma Jaya dan CSIS ketika menentukan tema. Akhirnya pers rillis dari PKMK, yaitu ” 5 provinsi tolak BPJS”.
Hari ke-3 peserta melakukan konfrensi pers dan simulasi wawancara, materi ini diberikan oleh Adi Prasetya dan Mardyah. Sesi ini sangat menarik, peserta dibekali ilmu untuk melayani wartawan dan mengadvokasikan hasil penelitian di media massa. Kegiatan lokakarya ini berakhir denga sesi foto bersama.

{jcomments on}