Ambon (Metrotvnews.com): Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menyatakan Maluku sudah saatnya memperbanyak pembangunan rumah sakit umum (RSU) tingkat pratama karena realisasinya membutuhkan anggaran hanya Rp15-20 miliar.
“RSU tingkat pratama ini melayani medik umum yang kapasitas tampung bervariasi antara 20-50 tempat tidur, karena itu bupati atau wali kota agar menindaklanjuti pembangunan fasilitas kesehatan tersebut dengan memanfaatkan dana APBD,” katanya di Ambon, Senin (13/5).
Maluku merupakan daerah kepulauan (1.340 pulau), dan 92,4 persen dari wilayahnya itu atau seluas 712.479,65 kilometer persegi adalah laut Menkes yang berada di Ambon dalam rangka menghadiri rapat kerja kesehatan daerah Maluku itu menyatakan RSU tingkat pratama pembangunannya tidak membutuhkan dana dari APBN.
“Jadi membangun RSU tingkat pratama ini tujuannya mendekatkan fasilitas pelayanan kesehatan dengan masyarakat,” ujarnya.
RSU tingkat pratama itu juga memiliki ruangan bedah, bersalin dan rontgen. Apalagi kalau tipe C, maka ditempatkan empat dokter spesialis.
Disinggung sejumlah kabupaten mengusulkan membangun RSU tipe C, dia menjelaskan, idealnya dibangun di ibu kota kabupaten. RSU tipe C dengan empat dokter spesialis itu dibutuhkan untuk menerima rujukan dari Puskesmas.
“Hanya saja dibutuhkan anggaran minimal Rp150 miliar sehingga realisasi pembangunannya juga relatif lama,” kata Menkes.
Dia juga menjelaskan soal keinginan pemerintah daerah di Maluku mengoperasikan rumah sakit terapung untuk menjawab karakteristik daerah yang ternyata membutuhkan anggaran besar.
“Pengoperasian rumah sakit terapung itu mahal, makanya belum diprioritaskan pengadaannya di Maluku,” ujar Menkes.
Di Maluku saat ini terdapat 24 RSU, 178 Puskesmas, 486 Puskesmas pembantu dan 1.992 Posyandu. (Ant)
Editor: Asnawi Khaddaf
Sumber : www.metrotvnews.com