Salah satu prioritas utama Menteri Kesehatan Nila Moeloek yaitu menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI).

Apalagi berdasarkan hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI), angka kematian ibu meningkat dari 228 per 100.000 kelahiran hidup pada 2007 menjadi 359 per 100.000 kelahiran hidup pada 2012.

“Pada sidang kabinet pertama, beliau (Presiden Joko Widodo) mengatakan untuk kesehatan adalah menurunkan angka kematian ibu,” kata Nila, di gedung Kementerian Kesehatan RI di Jakarta, Selasa (28/10).

Sebagai upaya menekan angka kematian ibu, lanjut Nila, perempuan juga harus berpengetahuan supaya bisa merencanakan kehamilan.

“Selalu saya katakan, kami ini bukan pabrik mobil yang seenaknya melahirkan anak. Kami harus memikirkan kesehatan kami. Kalau punya anak, harus tahu bagaimana mendidik dan menjaga kesehatannya,” kata Nila.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menurutnya, juga sedang menyiapkan target baru penurunan angka kematian ibu menjadi 70 per 100.000 kelahiran hidup yang akan diputuskan pada Sidang PBB pada September 2015. Karena itu, Nila mengharapkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari masyarakat, sektor swasta, hingga pemerintah daerah (Pemda).

“Saya rasa kami memang harus turun untuk memberikan pemahaman. Karena kesehatan itu di hulu. Pemda juga harus bekerja sama dengan PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) dan sebagainya untuk memberikan pengertian kepada para ibu,” kata Nila.

sumber: http://www.beritasatu.com

{module[153]}