Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah menargetkan angka usia harapan hidup masyarakat Kabupaten Sintang naik dari 70,95 tahun pada 2015 menjadi 72,45 tahun pada 2021.
Selain itu, Angka Kelangsungan Hidup Bayi (AKHB) dari 970 per 1000 kelahiran hidup pada 2015 ditarget naik menjadi 980 per 1000 kelahiran hidup pada 2021 mendatang.
“Persentase balita gizi buruk 2,96 persen di tahun 2015 juga ditargetkan menurun menjadi 2,00 persen pada tahun 2021,” ujarnya saat Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Raker Kesda) Kabupaten Sintang Tahun 2016 di Balai Praja Kantor Bupati Sintang, Rabu (7/9) siang.
Pencapaian target diupayakan melalui penerapan sistem pendekatan keberlanjutan pelayanan (continuum of care).
Diantaranya peningkatan cakupan, mutu, keberlangsungan upaya pencegahan penyakit dan pelayanan kesehatan ibu, bayi, balita, remaja, usia kerja, serta usia lanjut.
“Kita juga perlu melakukan intervensi berbasis risiko kesehatan di masyarakat,” terangnya.
Sekda tidak memungkiri dalam bidang kesehatan terdapat tantangan lain harus dihadapi yakni kapasitas menangani penyakit menular maupun tidak menular, beserta faktor risikonya.
Lantas, jaminan terselenggaranya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) agar masyarakat sakit mendapat pelayanan tanpa membebankan finansial pada diri dan keluarganya.
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Mirna Tribun
Sumber: http://pontianak.tribunnews.com/
{module[153]}