TOR Pelatihan bagi Pimpinan dan Staf Dinas Kesehatan:
Pelatihan Surveyor Regulasi Pelayanan Kesehatan:
Standar ISO 9000 dan Standar Akreditasi Medik Dasar
Disusun oleh PMPK FK‐UGM
Pendahuluan
Peningkatan mutu pelayanan kesehatan merupakan tema utama reformasi kesehatan di negara manapun. Tema tersebut mengandung arti bahwa lembaga pelayanan kesehatan dan tenaga profesi kesehatan harus menunjukkan akuntabilitas sosial untuk memberikan pelayanan prima kepada konsumen, tanpa memandang tingkat sosial ekonomi. Oleh karenanya, penting dikembangkan sistem dan mekanisme yang efektif dann komprehensif menuju pelayanan prima.
ISO 9000 merupakan salah satu cara untuk mewujudkan sistem manajemen mutu yang komprehensif sehingga sarana pelay dapat memenuhi persyaratan berbagai pihak yang terkait, seperti pelanggan, karyawan, pemerintah daerah dan instansi lain untuk mencapai efektivitas dan efisiensi. Sejak dimulai pada tahun 1987, ISO 9000 telah mengalami dua kali perubahan, yakni pada tahun 1994 dan tahun 2000. ISO 9000:1994 terdiri dari tiga seri standar (ISO 9001, 9002, dan 9003) serta dua seri pedoman (ISO 9000 dan 9004). Pada ISO 9000:2000, ketiga standard ISO 9001, 9002, dan 9003 digabung menjadi satu standar ISO 9001 saja, sedangkan ISO 9004 direvisi sebagai petunjuk pelaksanaan.
Penerapan sistem manajemen mutu di sarana pelayanan kesehatan bukanlah sesuatu yang mudah dicapai, karena membutuhkan kepemimpinan, komitmen yang tinggi serta kerja keras tim. Namun demikian, pengalaman sarana pelayanan kesahatan yang telah disertifikasi ISO 9001:2000 menunjukkan bahwa sertifikasi ini dapat dicapai. Persyaratan ISO 9001:2000 dapat dijadikan patokan bagi sarana pelayanan kesehatan untuk mengembangkan sistem manajemen mutu.
Namun demikian, sebagai institusi yang menyediakan terutama pelayanan klinik, maka perlu ada standar yang dapat melengkapi standar sistem manajemen mutu, yakni standar pelayanan medik.
Untuk itu perlu diadakan pelatihan mengenai ISO 9000 dan mengenai standar pelayanan medik dasar untuk mewujudkan pemahaman, keterampilan, dan komitmen pengembangan sistem manajemen mutu yang komprehensif kepada pimpinan dan staf sarana pelayanan kesehatan dan Dinas Kehatan sebagai institusi pembina utama.
Tujuan Pelatihan
Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan para peserta pelatihan dapat memahami:
- Gambaran dan pemahaman standar ISO 9001:2000
- Manfaat penerapan ISO 9001:2000
- Pengertian klausul‐klausul yang terdapat dalam ISO 9001:2000
- Metode penerapan ISO 9001:2000
- Metode‐metode untuk pemeliharaan sistem mutu ISO 9001:2000
- Cara sertifikasi ISO 9001:2000 dan Badan Serifikasi yang dipilih.
- Memahami standar akreditasi medik dasar
- Metode pencapaian standar akreditasi medik dasar
Metoda Pelatihan
Metoda pelatihan akan dikemas dengan menggunakan konsep kurikulum berpikir, dimana para peserta akan diajak untuk berfikir dan berdiskusi, serta mencoba untuk mengenal dan memahami dengan baik mengenai mutu.
Metoda akan disampaikan melalui kombinasi antara penyampaian materi, tanya jawab, simulasi, dan praktek tentang pembuatan dokumentasi ISO 9000:2000 dan Akreditasi Medik Dasar.
Pelatihan akan berlangsung selama 5 hari
Peserta Pelatihan
Pelatihan ini ditujukan kepada pimpinan manajemen Puskesmas, Rumah Sakit dan Dinas Kesehatan. Jumlah peserta dibatasi maksimal 20 orang.
Instruktur
Tim PMPK FK‐UGM, terdiri dari:
- Tjahjono Koentjoro, dr, MPH, DrPH
- Jemingin, SPd, MKes
- Bambang, SPd, MKes
- Hanevi Djasri, dr. MARS
Jadwal Pelatihan
|
Waktu |
Materi |
|
Hari I |
|
|
09.00‐09.15 |
Pembukaan |
|
09.15‐10:00 |
Sesi 1: |
|
|
Konsep Mutu pada Sarana Pelayanan Kesehatan |
|
10.00‐10.30 |
Rehat Pagi |
|
10.30‐11.15 |
Sesi 2: |
|
|
Pengantar Standar ISO 9000:2000: Membangun sistem manajemen mutu yang |
|
|
komprehensif |
|
11.15‐12.00 |
Sesi 3: |
|
|
Pengantar Standar Akreditasi Medik Dasar: Definisi pelayanan medik dasar, |
|
|
Terminologi standar dan Perubahan paradigma |
|
12.00‐13.00 |
Makan Siang |
|
13.00‐13.45 |
Sesi 4: |
|
|
Penyusunan Quality Framework dan Strategic Quality Planning |
|
Hari II |
|
|
09.00‐09.15 |
Pengantar hari II |
|
09.15‐10:00 |
Sesi 5: |
|
|
Klausul I: Sistem manajemen mutu |
|
|
Klausul II: Tanggung jawab manajemen |
|
10.00‐10.30 |
Rehat Pagi |
|
10.30‐11.15 |
Sesi 6: |
|
|
Klausul III: Manajemen sumber daya |
|
11.15‐12.00 |
Sesi 7: |
|
|
Klausul IV: Realisasi produk |
|
12.00‐13.00 |
Makan Siang |
|
13.00‐13.45 |
Sesi 8: |
|
|
Klausul V: Pengukuran analisa dan perbaikan |
|
Hari III |
|
|
09.00‐09.15 |
Pengantar hari III |
|
09.15‐10:00 |
Sesi 9: |
|
|
Dokumentasi Mutu Level 1: Manual Mutu |
|
10.00‐10.30 |
Rehat Pagi |
|
10.30‐11.15 |
Sesi 10: |
|
|
Dokumentasi Mutu Level 1: Manual Mutu (lanjutan) |
|
11.15‐12.00 |
Sesi 11: |
|
|
Dokumentasi Mutu Level 2: Instruksi kerja |
|
12.00‐13.00 |
Makan Siang |
|
13.00‐13.45 |
Sesi 12: |
|
|
Dokumentasi Mutu Level 3: Prosedur kerja |
|
Waktu |
Materi |
|
Hari IV |
|
|
09.00‐09.15 |
Pengantar: Akreditasi Puskesmas |
|
09.15‐10:00 |
Sesi 1: |
|
|
Definisi pelayanan medik dasar, Terminologi standar dan Perubahan |
|
|
paradigma |
|
10.00‐10.30 |
Rehat Pagi |
|
10.30‐11.15 |
Sesi 2: |
|
|
Proses Pengembangan Standard Akreditasi medik dasar |
|
11.15‐12.00 |
Sesi 3: |
|
|
Format Standard dan Penggunaan Standard |
|
12.00‐13.00 |
Makan Siang |
|
13.00‐13.45 |
Sesi 4: |
|
|
Standar Pelayanan Medik Dasar |
|
Hari V |
|
|
09.00‐09.15 |
Pengantar hari II Akreditasi Puskesmas |
|
09.15‐10:00 |
Sesi 5: |
|
|
Standar Administrasi dan Manajemen |
|
10.00‐10.30 |
Rehat Pagi |
|
10.30‐11.15 |
Sesi 6: |
|
|
Standar Pelaksanaan Program Puskesmas |
|
11.15‐12.00 |
Sesi 7: |
|
|
Self Assessment |
|
12.00‐13.00 |
Makan Siang |
|
13.00‐13.45 |
Sesi 8: |
|
|
Diskusi |