sri“Perawat mempunyai peran penting untuk mendukung good clinical governance“, ungkap Sri Martuti ketika memberikan pelatihan Audit Keperawatan di rumah sakit A.M Parikesit Tenggarong. Perawat sebagai lini terdepan pelayanan klinis memberikan kontribusi besar untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit, salah satunya adalah dengan memberikan asuhan keperawatan yang sesuai dengan evidence based.

PKMK FK UGM bekerjasama dengan RSUD Dr. Moewardi memberikan pelatihan Audit Keperawatan kepada 40 perawat RS Parikesit. Kegiatan berlangsung selama tiga hari di Hotel Liza. Hal ini dilakukan sebagai langkah awal rumah sakit Parikesit untuk akreditasi KARS versi 2012 tahun 2016 mendatang.

Audit keperawatan salah satu tools yang digunakan untuk meningkatkan mutu. Audit keperawatan bermanfaat mendorong efisiensi sumber daya, meningkatkan patient safety / care, meningkatkan standar, mendorong perubahan dan lain sebagainya. Hal ini dikatakan oleh dr. Hanevi Djasri MARS saat mengisi sesi pelatihan melalui teleconference dengan judul “Audit Klinik / Keperawatan: Sebagai Bagian Dari Proses Peningkatan Mutu Pelayanan Rumah Sakit”.

Pelatihan audit keperawatan hari kedua diisi dengan praktik langah-langkah audit keperawatan oleh Sri Martuti sebagai narasumber utama yang dibantu oleh tiga fasilitator yakni Isti Haniyatun Khasanah S.Kep.,Ns; Eva Tirtabayu Hasri S.Kep, MPH dan dr. Muhammad Hardantyo. Peserta dibagi menjadi 5 kelompok yaitu Bronko Pneumonia pada anak, Sectio caesarea, Appendisitis, Stroke dan CHF.

Menginjak hari ketiga, pelatihan audit keperawatan diisi dengan presentasi hasil audit keperawatan oleh lima kelompok peserta pelatihan. Pelatihan berlangsung semangat karena setiap peserta diberi kesempatan untuk mengevaluasi hasil audit keperawatan kelompok yang lain. Kegiatan pelatihan ini di akhiri dengan rencana tindaklanjut yaitu revisi form dokumen audit keperawatan (ETH).

Oleh : Eva Tirtabayu Hasri, S.Kep., MPH.