Jakarta (Inilah.com) – Tututan layanan kesehatan yang selalu prima membuat pemerintah Indonesia bekerja sama dengan pihak swasta, seperti Singapura untuk menghasilkan perawat yang mumpuni dan berkualitas.Pasalnya, seorang perawat menjadi ujung tombak dari mutu pelayanan kesehatan sebuah rumah sakit. Untuk itu, Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (BPPSDMK) menyelenggarakan program pelatihan dan pengembangan perawat yang bekerjasama dengan Nanyang Politechnic Singapore.
Nanyang Politechnic International, Singapura merupakan perguruan tinggi terkemuka yang menawarkan pendidikan berkualitas di bidang Teknik, Tekhnologi, Informasi, Desain, Media Interaktif & Digital, Kimia & Biologi, Bisnis Manajemen dan Ilmu Kesehatan.
Nanyang Politechnic International menawarkan 50 program diploma penuh waktu serta kursus-kursus yang disesuaikan untuk pendidikan berkelanjutan.
“Program ini dilaksanakan selama 3 tahun dalam bentuk pelatihan bagi pelatih dan pelatihan berbasis kompetensi ,” ujar Dr. Untung Suseno kepala badan PPSDM dalam acara temu media Pelatihan Bagi Pelatih Keperawatan di Gedung PPSDM Jakarta, Kamis (13/02).
Menurutnya, kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan kemampuan perawat juga para dosen perawat agar dapat memiliki kemampuan serta mutu bertaraf internasional.
“Pelatihan ini dilaksanakan di Nanyang Politechnic International Singapura dengan target peserta latih sebanyak 115 orang, yang berasal dari 6 RS Pemerintah, 5 Poltekkes, Pusdiklat Aparatur, Balai Pelatihan Kesehatan, dan Bapelkes Nasional,” jelas Dr Untung.
Lebih lanjut Dr Untung menambahkan, peserta yang telah mengikuti pelatihan, kini sedang mengimplementasikan hasil pelatihan di tempat kerjanya masing-masing. “Diharapkan, program ini dapat meningkatkan kualitas dan kompetensi perawat Indonesia,” tambahnya.