Jakarta (detik.com) – Saat memberi pelayanan kesehatan pada masyarakat, dokter memang membutuhkan seorang perawat untuk membantu pekerjaannya. Namun, pemikiran seperti itu saat ini sudah harus diubah bahwa perawat tak hanya sekadar membantu, tapi juga bisa menjadi asisten dokter.


“Perlu ditingkatkan kualitas perawat karena di Indonesia perawat sebagai orang yang membantu pekerjaan dokter, bukan asisten. Padahal di luar negeri, pasien itu jarang ketemu dokter karena protokol dan penjelasan dikasih tahu oleh perawat, dokter mendampingi, kata Chairman Mayapada Group, Prof. DR. Tahir MBA.

“Sedangkan di sini, perawat lebih sering bilang tunggu dokter aja. Kalau kita bisa meningkatkan kualitas perawat, mereka kan tidak hanya sekadar sebagai pembantu saja,” lanjut Tahir.

Menurut Tahir, perawat tidak perlu minder dengan mindset perawat hanya membantu dokter, tapi juga sebagai asisten dan bisa memberi penanganan langsung kepada pasien. Hal itu disampaikan Tahir dalam Grand Opening Mayapada Hospital Jakarta Selatan di Mayapada Hospital, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (24/10/2013)

Sementara itu, Deputi Chairman Mayapada Group, Jonathan Tahir mengatakan bahwa banyaknya masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri karena belum terlalu percaya dengan kemampuan dokter di Indonesia.

“Dokter di Indonesia itu mampu, cuma tidak konsisten dan kurangnya rumah sakit yang menge-track dokter dengan kualitas bagus. Kalau kita sudah bisa menyediakan rumah sakit dengan faslitas lengkap dan memadai, dokternya bisa bertugas dengan baik. Jadi orang Indonesia enggak perlu ke luar negeri lagi karena percaya dokter di Indonesia pun mampu,” tutur Jonathan.

Jonathan menambahkan perlu mengubah culture di Indonesia bahwa pasien bukan mencari dokter, tapi rumah sakit. Dalam artian, pasien yakin siapa saja dokter yang menangani pasti mampu dan pasien merasa nyaman berobat di rumah sakit tersebut.

Bulan ini, Tahir Foundation, yayasan amal di bawah Mayapada bersama dengan Bill&Melinda Gate masing-masing melakukan investasi USD75 juta kepada Global Fund guna meningkatkan akses masyarat Indonesia terhadap kesehatan. 75 persen dana digunakan untuk meningkatkan layanan terhadap HIV, TBC, malaria, dan program Keluarga Berencana. Sedangkan, 20 persen dana untuk menangani polio.

Peresmian Mayapada Hospital dihadiri pula oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Menkes Dr Nafsiah Mboi, SpA MBA, Menkokesra Agung Laksono, Menkominfo Tifatul Sembiring, dan Menteri BUMN Dahlan Iskan.

(vit/up)

Sumber : http://health.detik.com/

{module [153]}