Berbagai peristiwa telah terjadi di tahun 2013, dimulai awal tahun terjadi kasus meninggalnya bayi Dera, di penghujung tahun terjadi kasus dokter Ayu dkk yang dihukum karena dinilai melakukan kelalaian dan boomingnya persiapan BPJS Kesehatan yang akan dimulai tahun 2014. Setelah mencermati Peristiwa-peristiwa yang terjadi selama tahun 2013 terkait mutu pelayanan kesehatan di Indonesia dan Dunia, Divisi Manajemen Mutu PKMK FK UGM memprediksi beberapa perkembangan/issue yang terkait dalam manajemen mutu pelayanan kesehatan di Indonesia dan dunia pada tahun 2014, yaitu:
- Keterkaitan antara sistem jaminan kesehatan (termasuk sistem pembiayaan dengan INA-CBG) dengan mutu pelayanan kesehatan (termasuk outcome pasien) akan menjadi penting. Hal ini terkait dengan harapan masyarakat yang besar dengan adanya program Jaminan Kesehatan Nasional yang diharapkan dapat meningkatkan akses dan juga mutu pelayanan kesehatan.
- Keterkaitan antara Kematian Ibu dan Bayi dengan mutu pelayanan KIA terutama di rumah sakit (termasuk keterkaitan dengan sistem rujukan, PONEK, ketersediaan tenaga dokter spesialis) akan menjadi penting karena akan ada kelanjutan dari progam MDG dan juga akan adanya tuntutan akuntabilitas bagi pemerintahan baru (setelah pemilu) akan adanya program yang efektif menurunkan jumlah kematian ibu dan bayi.
- Manfaat program akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan (termasuk RS, Puskesmas, dan laboratorium) akan menjadi penting karena berbagai perubahan sistem akreditasi (termasuk perubahan standar, perubahan cara penilaian dan juga perubahan pengelolaan lembaga akreditasi) akan menimbulkan harapan adanya program akreditasi yang lebih efektif
- Keterkaitan antara upaya peningkatan mutu dengan sistem kesehatan secara keseluruhan akan menjadi penting karena semakin disadari bahwa peningkatan mutu pelayanan kesehatan sangat terkait dengan berbagai aspek lain dalam sistem kesehatan: pembiayaan, SDM, pendidikan, organisasi profesi, pemerintah dan pemerintah daerah dan sebagainya.
- Keterkaitan antara mutu dengan daya saing fasilitas pelayanan kesehatan akan lebih disadari oleh para pengelola fasilitas pelayanan kesehatan (terutama RS) terkait dengan persaingan yang semakit ketat baik dengan RS luar negeri (health tourisme) dan juga dengan RS dalam negeri (BPJS)