Jakarta (Metrotvnews.com): Siapa saja rentan terkena penyakit kekurangan sel darah merah (hemoglobin) atau yang dikenal dengan anemia.


Dokter dari Divisi Hematologi-Onkologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Nadia Ayu Mulansari menyatakan orang yang berpotensi terkena penyakit ini tidak selalu sadar bahwa dirinya anemia.

Gejala anemia umumnya ditandai kelelahan walaupun baru bangun tidur seperti lemah, letih, dan lesu, pusing, napas sesak, serta susah berkonsentrasi.

Kadar hemoglobin normal dalam darah yakni 12 per desiliter, penderita anemia memiliki hb di bawah angka tersebut. Pada orang usia produktif gejala anemia tentu saja berpengaruh pada pekerjaan sehari-hari.

“Sedangkan pada bayi dan anak-anak berpengaruh pada pertumbuhan serta kemampuan kognitif di masa mendatang,” jelas Nadia dalam kegiatan media briefing terkait anemia di Jakarta, Selasa (27/3).

Di Indonesia prevalensi orang terkena anemia menurut Nadia terhitung cukup tinggi.

“Sebuah survei yang dilakukan Fakultas Kedokteran di beberapa Universitas di Indonesia pada 2012 menemukan 50-63% ibu hamil menderita anemia. Selain itu 40% wanita usia subur turut mengalami anemia,” jelas Nadia.

Tidak hanya survei tersebut yang memaparkan ancaman anemia di Indonesia. Asian Development Bank (ADB) mencatat pada 2012 sebanyak 22 juta anak Indonesia menderita anemia sehingga menyebabkan penurunan IQ.

Penelitian Pusponegoro dan Anemia World Map pada waktu yang sama menyebutkan 51% wanita hamil menderita anemia sehingga menyebabkan kematian hingga 300 jiwa per hari.

Lalu Direktur Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu-Anak Kementerian Kesehatan pada 2012 mencatat 1 dari 2 wanita bekerja di Indonesia berisiko anemia.

Beberapa penyebab anemia menurut Nadia jika dikenali masyarakat mampu menekan tingkat risiko anemia.

Tiga hal penyebab umum anemia, yakni kehilangan banyak sel darah merah karena pendarahan, umum diderita wanita yang kehilangan banyak dara saat menstruasi atau setelah melahirkan, atau pada luka serius.

Kemudian, menurunnya produksi sel darah merah karena kekurangan zat besi (Fe).

“Lalu peningkatan destruksi sel darah merah karena penyakit tertentu atau kelainan gen seperti pada kasus thalasemia,” jelas Nadia.

Gejala yang umum ditemukan pada kasus anemia di Indonesia menurut Nadia yakni kekurangan zat besi. (Soraya Bunga Larasati)

Editor: Edwin Tirani

Sumber : http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/03/27/3/141869/Prevalensi-Anemia-di-Indonesia-Tinggi