Banda Aceh, (Analisa). Puskesmas yang ada di Banda Aceh diharapkan mendapatkan sertifikat ISO agar mampu meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat.

Hal itu disampaikan Walikota Banda Aceh, Mawardy Nurdin, usai menyerahkan sertifikat ISO 9001:2008 kepada UPTD Puskesmas Kopelma Darusalam Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh, Rabu (6/2), yang diterima langsung Kepala UPTD Puskesmas Kopelma Darussalam, drg Supriady R.

“Ke depan kita harapkan semua Puskesmas di Banda Aceh mendapatkan sertifikat tersebut. Selain Puskesmas, kantor-kantor SKPD juga harus berupaya mendapatkan penghargaan yang telah diakui secara internasional ini,” katanya.

Karena, sambungnya, sertifikat ISO merupakan penghargaan yang diberikan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) kepada organisasi yang telah memenuhi standar mutu pelayanan.

Dikatakannya, Puskesmas Kopelma Darussalam, merupakan puskesmas pertama di kota Banda Aceh yang mendapatkan sertifikat ISO.

Ditambahkan, ISO menjadi standar mengukur kinerja serta ukuran penilaian kinerja pelayanan publik. “Kita harapkan standarnya seperti ini. Jadi jangan ada lagi alasan dokter terlambat. Pelayanan ini harus terus diperbaiki. Ke depan, kita harap bukan hanya puskesmas, tapi semua kantor harus jelas,” katanya.

Stigma negatif

Dirincikan, ada beberapa hal yang memerlukan perubahan segera dalam pelayanan puskesmas yang sudah terlanjur mendapatkan penilaian negatif di masyarakat, seperti kebiasaan dokter atau petugas yang datang terlambat sehingga pasien kerap antre berjam-jam.

Realitas ini bisa terjadi di puskesmas di pedesaan yang masih terbatas jumlah dokternya, namun tidak tertutup kemungkinan juga terjadi di perkotaan seperti Banda Aceh yang telah memiliki dokter cukup banyak.

Walikota mengharapkan puskesmas menjadi institusi pelayanan kesehatan profesional, yakni berorientasi kepada mutu layanan yang kompeten, inovatif, berorientasi pada kebutuhan dan kepuasan pelanggan atau pasien.

Mawardy yakin, di puskesmas yang telah mendapatkan sertifikat ISO tidak akan terjadi pelayanan buruk karena untuk mendapatkannya telah melewati berbagai syarat ketat.

Sementara itu, Kepala Dinas kesehatan Kota Banda Aceh, Media Yulizar, mengatakan, saat ini jumlah Puskesmas di Banda Aceh 11 unit, 26 unit puskesmas pembantu dan 34 unit polindes.

Diutarakannya, pihaknya juga sudah memasukkan dalam RPJM Kota Banda Aceh agar semua puskesmas meraih sertikat ISO dalam lima tahun ke depan.

Sertifikat ISO 9001:2008 merupakan standar sistem manajemen mutu yang telah mendapatkan pengakuan dari banyak negara di dunia, seperti AS, Australia, China, India, Jepang dan negara-negara Eropa. (rfl/bei)

Sumber : http://www.analisadaily.com