Session Title: Audit Keperawatan

Selasa, 19 Agustus 2014

Reporter: Eva Titabayu Hasri, MPH

  Sesi : Praktik Audit Keperawatan oleh Srimartuti, SKP., MKes dan Tim

Praktik audit keperawatan peserta dibagi dalam sembilan (9) kelompok dan masing-masing kelompok ada satu orang fasilitator dari tim komite keperawatan RSUD Dr. Moewardi. Pelaksanaannya setiap kelompok membuka 10 Rekam Medis RSUD Dr. Moewardi berdasarkan topik yang telah disepakati oleh masing-masing kelompok. Sebelum membuka Rekam Medis tiap peserta menandatangani surat pernyataan wajib jaga rahasia isi Rekam Medis. Hasil praktik audit keperawatan yang diperoleh adalah :

1. Topik I : Cemas Pada Pasien Dengan Ca Mammae

Variabel :

  1. Umur 35-50 tahun
  2. Tingkat pendidikan SD sampai Perguruan tinggi

Kriteria Audit

  1. Perawat mengukur tanda-tanda vital
  2. Perawat mengkaji perubahan postur tubuh pasien
  3. Perawat memonitor tanda-tanda vital
  4. Perawat mengajarkan relaksasi
  5. Perawat memonitor perubahan perilaku pasien
  6. Tanda-tanda vital dalam batas normal
  7. Pasien mampu melakukan relaksasi
  8. Cemas teratasi

2. Topik II : Nyeri Pada Pasien APP

Variabel :

  1. Umur
  2. Tingkat Pendidikan
  3. Jenis kelamin

Kriteria Audit :

  1. Perawat mengkaji skala nyeri
  2. Perawat menkaji tanda-tanda vital
  3. Perawat mengajarkan teknik relaksasi atau distraksi
  4. Perawat memberikan terapi analgetik sesuai advis
  5. Skala nyeri 0 atau berkurang
  6. Tanda-tanda vital dalam rentang normal

3. Topik III : Nyeri Pada Fraktur

Variabel :

  1. Umur
  2. Ruang perawatan

Kriteria Audit :

  1. Perawat melakukan pengkajian nyeri
  2. Perawat mengkaji tekanan darah dan nadi
  3. Perawat melakukan teknik relaksasi
  4. Perawat mengobservasi tekanan darah dan nadi
  5. Skala nyeri nol dalam batas waktu 2×24 jam
  6. Tekanan darah 120/80 mmHg , nadi 80 x/menit

4. Topik IV : Hipertermi pada Typoid

Variabel :

  1. Umur
  2. Kelas perawatan

Kriteria Audit :

  1. Perawat melakukan pengkajian keluhan riwayat panas
  2. Perawat melakukan pengkajian tanda-tanda vital
  3. Perawat melakukan monitoring suhu secara berkala
  4. Perawat melakukan monitoring input dan output cairan
  5. Suhu dalam batas normal (36,50 C – 37,50 C)
  6. Pasien nyaman

5. Topik V, Hiperthermi Pada Pasien DHF

Variabel :

  1. Umur Pasien
  2. Kelas Perawatan
  3. Ruang Perawatan

Kriteria Audit :

  1. Perawat mengkaji tanda vital (suhu > 380 C)
  2. Perawat mengkaji keluhan panas pasien
  3. Perawat monitoring suhu tubuh
  4. Perawat mengompres pasien
  5. Monitoring hasil laborat (Hb, Ht, Trombosit, WBC)
  6. Suhu tubuh 360 C – 370 C

6. Topik VI : Nyeri pada Pasien Fraktur

Variabel :

  1. Fasilitas kelas pelayanan

Kriteria Audit :

  1. Perawat mengkaji karakteristik nyeri
  2. Perawat mengkaji vital sign
  3. Perawat melakukan teknik relaksasi
  4. Perawat memonitor vital sign
  5. Skala nyeri nol atau berkurang
  6. Tekanan darah dan HR normal

7. Topik VII : Decompensasi cordis dengan penurunan curah jantung

Variabel :

  1. Perawat
  2. Kelas perawatan
  3. Penanggung biaya perawatan

Kriteria Audit :

  1. Perawat mengkaji oedem
  2. Perawat mengkaji CRT/ SPO2
  3. Perawat memonitoring balance cairan
  4. Perawat memonitoring CRT/ SPO2
  5. Tidak terjadi oedem
  6. Saturasi < 3 dtk/ > 90

8. Topik VIII: Fraktur Dengan Gangguan Mobilitas Fisik

Variabel :

  1. Usia
  2. Kelas perawatan

Kriteria Audit :

  1. Perawat mengkaji nyeri
  2. Perawat mengkaji kelemahan otot
  3. Perawat melakukan tehnik relaksasi
  4. Perawat melakukan ROM secara bertahap
  5. Nyeri berkurang/ hilang
  6. Kekuatan otot minimal 3

9. Topik IX : Cemas Pada Pasien Ca Mammae Dengan Kemoterapi

Variabel :

  1. Umur
  2. Kelas perawatan

Kriteria Audit :

  1. Perawat mengkaji tentang kesulitan tidur yang dialami pasien (insomnia)
  2. Perawat mengkaji tentang ketakutan yang dialami pasien
  3. Perawat melakukan identifikasi tingkat kecemasan
  4. Perawat mendorong pasien untuk mengungkapkan perasaan, ketakutan, presepsi
  5. Perawat memberikan informasi tentang tindakan yang akan dilakukan
  6. Perawat mengajarkan tehnik relaksasi

g. Pasien dapat tidur 6 – 8 jam

Sebagai tindak lanjut hasil audit keperawatan perwakilan peserta dari kelompok bimbingan teknis mensimulasikan presentasi hasil auditnya di hadapan para pimpinan.

Rencana tindak lanjut Bimbingan Teknis Audit Keperawatan setiap peserta harus melakukan Audit di rumah sakit masing-masing dan diberi kesempatan untuk melakukan konsultasi melalui email komitekeperawatanrsdm@gmail.com. Hasil audit keperawatan dari masing-masing institusi rumah sakit akan di tindak lanjuti pada bimbingan teknis audit keperawatan tahap II pada tanggal 6 – 7 oktober 2014.