
Sistem rujukan pelayanan kesehatan merupakan salah satu upaya dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang akan memberikan dampak pada penurunan angka kematian ibu dan bayi akibat keterlambatan dalam penanganan kegawatdarutaran,. Upaya ini perlu didukung oleh pihak yang berwenang, dalam hal ini Kementerian Kesehatan dengan bantuan dana hibah UNFPA akan mengembangkan mekanisme strategi rujukan Pelayanan Kegawatdaruratan Obstetri Maternal dan Neonatal yang akan disesuaikan dengan kondisi lokal di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.
Pengembangan model sistem rujukan kegawatdaruratan maternal dan neonatal di kabupaten Jayapura mulai berjalan pada Oktober tahun 2014. – , Kemenkes dan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM ditunjuk untuk mendampingi dalam proses ini merasa perlu melakukan rapid assessment untuk mendapatkan gambaran awal mengenai pelayanan kesehatan ibu dan anak serta sistem rujukan yang selama ini dilakukan di empat pelayanan kesehatan yakni RSUD Yowari, Puskesmas Sentani, Puskesmas Demta dan Puskesmas Genyam. Tim yang melakukan rapid assessment juga berkunjung ke Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura untuk mensosialisasikan kegiatan kepada pihak-pihak yang terkait dan melengkapi data-data mengenai sarana pelayanan kesehatan serta sistem rujukan yang selama ini dilakukan di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.
Rapid assessment dilaksanakan selama tiga hari dan dilakukan oleh dua orang staf dari PKMK FK UGM, kegiatan ini dimulai pada tanggal 7-9 Oktober 2014. Hari pertama, tim berkunjung ke RSUD Yowari dan puskesmas Sentani, kemudian pada sore harinya mengunjungi dinas kesehatan kabupaten Jayapura untuk sosialisasi kegiatan dan mencari data yang dibutuhkan. Hari kedua dilanjutkan dengan mengunjungi puskesmas Demta dan Genyam, perjalanan tim dari kota Sentani ke Puskesmas Demta memakan waktu kurang lebih 3, 5 jam menggunakan jalur darat, kondisi jalan yang rusak dan sulit untuk dilalui mengakibatkan mobil yang dikendarai sangat lambat. Setelah melakukan wawancara dengan bidan koordinator Puskesmas Demta, tim melanjutkan perjalanan ke puskesmas Genyam. Perjalanan dari puskesmas Demta ke puskesmas Genyam ditempuh selama kurang lebih 2 Jam, jalur ke puskesmas Genyam satu arah menuju kota Sentani, beruntungnya saat itu cuaca sangat mendukung perjalanan, sulit dibayangkan jika saat itu hujan, pasti jalan yang dilalui sangat licin. Setelah bertemu dengan kepala puskesmas Genyam dan mendapatkan data yang diperlukan, tim kembali melanjutkan perjalanan pulang ke Kota Sentani. Perjalanan dari Puskesmas Genyam ke Kota Sentani terhitung cepat, karena kondisi jalan yang lumayan baik, hanya sedikit berkelok-kelok dan jalan agak sempit. Hari ketiga, tim kembali melakukan penelusuran data ke RSUD Yowari dan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura untuk melengkapi data-data yang dibutuhkan.
Berdasarkan hasil assessment yang dilakukan di Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura diperoleh data jumlah absolut kematian Ibu yang tercatat dalam rentang waktu 5 tahun terakhir, tahun 2010-2014 adalah 20 orang yang disebabkan karena perdarahan, sedangkan kematian bayi sebanyak 113 bayi yang disebabkan infeksi dan berat badan lahir rendah. Sistem pencatatan di dinas kesehatan maupun di RSUD Yowari dan puskesmas masih manual dan belum semua kematian ibu dan bayi dicatat di dinas kesehatan sehingga belum diketahui secara pasti apakah jumlah kematian yang diberikan sudah sesuai dengan kondisi atau kenyataan yang ada. Audit maternal neonatal dilakukan satu kali setiap tahunnya, diawali dengan AMP di puskesmas, setelah itu, hasil AMP 19 puskesmas direkapitulasi oleh dinas kesehatan untuk dibahas pada AMP dinas kesehatan.
Jumlah puskesmas di kabupaten Jayapura adalah 19 meliputi: Puskesmas Sentani, Harapan, Dosai, Depapre, Kanda, Ebungfaw, Kemtuk, Namblong, Sawoi, Genyam. Nimbokrang, Demta, Unungguruwai, Yapsi, Gresi Selatan, Lere, Aeru, Rapenerara dan Yokari. Dua diantaranya yaitu puskesmas Genyam dan Sentani sudah pernah mengikuti Poned, namun yang aktif hanya satu yaitu puskesmas Genyam. Kabupaten Jayapura memiliki satu rumah sakit umum daerah yang dikenal dengan nama RSUD Yowari. RSUD Yowari merupakan rumah sakit pemerintah yang disiapkan untuk PONEK yang memiliki dokter spesialis tujuh orang, yang meliputi: dokter spesialis obgyn satu orang, dokter spesialis anak tiga orang, dokter spesialis penyakit dalam dua orang dan dokter spesialis anastesi satu orang. Sementara jumlah seluruh dokter umum yang tercatat di Dinas Kesehatan Jayapura adalah 36 orang, dan 146 orang adalah bidan, sedangkan jumlah perawat yang tercatat adalah 289 orang.
Kabupaten Jayapura memiliki 144 desa, 5 kelurahan dengan 139 desa, jumlah desa yang terlatih desa siaga adalah 8 desa, tahun 2014 ini ada 10 desa lagi yang sudah disosialisasikan tentang desa siaga. Desa siaga ini diharapkan dapat membantu dalam penurunan kematian ibu dan bayi di kabupaten Jayapura.
Dari hasil wawancara dan penelusuran data di Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, diketahui bahwa sebenarnya sistem rujukan di kabupaten Jayapura bukan sesuatu yang baru, tahun-tahun sebelumnya, pejabat dari lintas sektoral sudah sering mengadakan pertemuan untuk membahas mengenai rencana pengaturan sistem rujukan ini. Bahkan sudah pernah ada pembentukan tim dan penyusunan SOP-SOP rujukan dan alur rujukan. Selain itu, sudah pernah ada pembentukan tim Poned di puskesmas kurang berjalan, karena adanya berbagai faktor penghambat seperti:
- Jarak tempuh yang jauh antar wilayah
- Kemampuan petugas (petugas belum mampu menangani kasus-kasus ibu hamil termasuk kemampuan dalam menangani sebelum pasien di rujuk)
- Alat transportasi yang masih terbatas, seperti ambulance, pusling masih ada yang rusak/tidak bisa digunakan
- Kesiapan tempat yang dituju (terkadang saat puskesmas akan merujuk ke tempat rujukan, yang dituju tidak siap untuk memberikan pelayanan, baik karena alasan kamar/ruangan yang tidak ada, alat, maupun dokter yang akan menangani tidak ada ditempat. Sehingga bidan puskesmas harus mencari cara lain agar bisa merujuk pasien tersebut.
- Tim yang sudah pernah dibentuk pindah dan melanjutkan pendidikan
- Ada beberapa masyarakat tidak mau dirujuk
- Keterlibatan masyarakat kurang/desa siaga tidak berjalan
Assessment
Nusky Syaukani dan Armiatin