SEMARANG, Setiap tahun tercatat 500 ribu ibu melahirkan di Jawa Tengah dan berdasarkan catatan, kematian ibu hamil di Grobogan terkategori tinggi. “Namun karena Pelayanan Kesehatan Dasar (PKD) baik, maka angka kematian ibu hamil di daerah tersebut bisa ditekan,” demikian diungkapkan Kadinkes Jateng Yulianto Prabowo seperti dilansir dari Radio Idola, Senin (14/9).
Diungkapkan, delapan puluh persen persalinan ibu hamil di Jateng adalah normal, namun ditegaskannya ibu melahirkan membutuhkan pembimbing, misalnya bidan atau tenaga medis. “Dukun boleh dilibatkan, tapi pasca melahirkan saja untuk terapinya. Ingat jangan menolong kelahiran sendiri,” tandas Yulianto.
Sejak era JKN-BPJS, dikatakan Yulianto, pendapatan RSUD naik. Hal ini tentu saja meningkatkan kemampuan RS, “tinggal memperbaiki manajemen internal rumah sakit saja,” jelasnya. Selain itu ditambahkannya, “rumah sakit harus memerhatikan kendali mutu dan kendali biaya,” tuturnya.
Dai pun kembali menandaskan, perlu keterlibatan seluruh lapisan masyarakat untuk menjalankan program berburu ibu hamil. “Kita harus kerjakana sama-sama, dari PKK, Karang Taruna untuk bisa menjadi kader kesehatan agar bisa terlibat dalam gerakan ini,” pungkas Yulianto.
Sumber: http://berita.suaramerdeka.com/
{module[153]}