Bandarlampung (ANTARA News) – Rumah Sakit (RS) Imanuel Way Halim, Lampung telah menjajaki kerja sama dengan sejumlah rumah sakit di Malaysia dan Singapura, untuk mendukung RS swasta di Bandarlampung itu meningkatkan mutunya dalam pengelolaan pasien dan pelayanan rumah sakit.
Menurut Direktur RS Imanuel, dr Andreas Andoko MKes, di Bandarlampung, Selasa, RS Imanuel dan “National University Hospital” yang merupakan rumah sakit pendidikan terbesar di Singapura, pada Februari lalu telah sepakat menjalin kerja sama.
Rumah sakit Universitas Nasional Singapura itu menjadi rujukan bagi pasien RS Imanuel yang memerlukan penanganan yang lebih canggih dan mutakhir.
Tenaga kesehatan RS Imanuel juga dapat belajar di RS Singapura itu untuk meningkatkan kemampuannya mengelola pasien dan perbaikan mutu unit pelayanan kesehatan.
Selain itu, RS Imanuel juga menjajaki kerja sama dengan RS Tan Tock Seng yang merupakan rumah sakit terbesar kedua di Singapura.
Menurut dr Andreas, rumah sakit itu telah menyatakan terbuka sebagai tempat belajar, termasuk melakukan observasi gratis atas operasi menggunakan robot, serta mengikuti “workshop” dalam rangka mengasah keahlian tenaga medis dan paramedis.
RS Imanuel juga menjajaki kerja sama dengan rumah sakit di Malaysia, yakni Penang Adventist Hospital dan Mount Miriam Hospital.
Kedua rumah sakit di Penang Malaysia itu juga membuka kemungkinan bekerja sama dengan RS Imanuel dalam hal rujukan pasien dan konfrensi antar-staf medis guna membantu menyelesaikan pengobatan pasien.
Selain menjalin kerja sama, RS Imanuel juga melakukan studi banding ke sejumlah rumah sakit di Malaysia dan Singapura, yakni RS Penang Adventist Hospital, RS Mount Miriam Hospital, National University Hospital, Tan Tock Seng Hospital, Mount Elizabeth Hospital dan St Lukes Hospital.
Sebanyak 49 orang yang terdiri atas para kepala bagia, komite RS, dokter, yayasan dan manajemen diikutsertakan dalam studi banding yang dilakukan pada Februari lalu.
Dari semua pasien warga negara asing di RS Mount Elizabeth, dilaporkan sebanyak 70 persen merupakan warga negara Indonesia
Menurut dia, hasil studi banding itu memberikan rekomendasi- rekomendasi yang akan diterapkan di RS Imanuel, di antaranya mengatur pelayanan menjadi cepat dan tidak berbelit-belit, membuka konfrensi antara dokter RS Imanuel dengan dokter di luar negeri, memberikan informasi secara terbuka dan lengkap kepada pasien, menyedikan registrasi sendiri, meningkatkan kebersihan rumah sakit, menyediakan peralatan canggih dan gedung baru, membuka diri untuk tempat belajar bagi instansi lain, memberikan kenyamanan kepada pasien dan meningkatkan disiplin karyawan rumah sakit.