Sukoharjo (suaramerdeka.com) – Rumah Sakit Orthopedi (RSO) Prof DR R Soeharso Surakarta siap menjual sistem teknologi informasi (IT)-nya ke rumah sakit lain. Hal ini seiring dengan penggunaan sistem IT secara mandiri di rumah sakit milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) itu. 

 

“Tahun ini sudah mulai kami jajaki dan digunakan. Tahun 2015 nanti kami optimistis menjual sistem IT ini ke ke rumah sakit-rumah sakit yang lain,” jelas Dirut RSO Prof DR R Soeharso Surakarta, DR Dr Agus Hadian Rahim Sp OT (K) M. Epid, MH Kes, Sabtu (30/11).

 

Penggunaan sistem IT mandiri di rumah sakit tersebut resmi digunakan mulai 1 Desember besok. Peresmiannya dilakukan langsung Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Prof Dr Ali Ghufron Mukti MSc, PhD di Ruang Auditorium Lantai 3 Gedung Rawat Jalan rumah sakit setempat, Sabtu (30/11) siang.

Agus mengungkapkan dengan penerapan sistem IT secara mandiri praktis pihaknya sudah tidak menjalin kerjasama dengan pihak ketiga selaku penyedia sistem tersebut sebelumnya.

“Kerjasama dengan pihak ketiga sejak 5 tahun terakhir dan sudah diadendum 4 kali. Ternyata kalau mau diadendum lagi harus dilakukan dari awal dengan lelang. Sehingga kami putuskan perhari ini tidak melanjutkan kerjasama itu,” tutur dia.

Sistem IT mandiri, lanjut Agus, sudah diujicobakan satu setengah bulan terakhir ini. Sistem ini memuat aplikasi pendaftaran, modul-modul fron office, registrasi pendaftaran, tindakan pelayanan dan billing pembayaran dilakukan secara terkomputerisasi dan online.

Rencananya, penerapan sistem IT mandiri tahap pertama itu akan terus dicoba sampai dua bulan ke depan. Setelah itu rumah sakit beralih ke tahap kedua dengan penggarapan sistem IT bagian logistik dan SDM.

“Semua pasien yang masuk sudah terdata di IT kami termasuk melihat pendapatan rumah sakit kami dalam waktu real time bisa dilakukan. Bisa diakses lewat Android, I-pad atau BlackBerry,” papar dia.

Sementara itu Wamenkes Prof Dr Ali Ghufron Mukti MSc, PhD mengapresiasi penggunaan IT mandir yang dinilainya sangat canggih itu. Dalam pelaksanaanya, ujar dia, sering pihak ketiga tidak memberikan sejumlah kunci di sistem IT-nya. Ini menyebabkan rumah sakit selalu ketergantungan ketika menemui masalah.

“Ke depan saat E-Commerce sudah berjalan, Kemenkes yang akan membeli IT-nya sehingga rumah sakit sejenis bisa memakainya,” tandas Ali Ghufron.

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/

{module [153]}