(Sapos.co.id) – Komisi IV DPRD Kaltim mengundang manajemen empat rumah sakit umum daerah (RSUD) Kaltim yakni RSUD Tarakan, RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS), RSUD Atma Husada Mahakam (AHM) Samarinda dan RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, dalam rapat kerja (raker) dengan agenda membahas penanggulangan bencana daerah, Jumat (25/1) tadi.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Encik Widyani selaku pimpinan rapat mengatakan, dalam raker itu masing-masing rumah sakit menyampaikan beberapa hal yang menjadi capaian selama beberapa tahun terakhir, termasuk kendala yang dihadapi. Ada pula keinginan meningkatkan status rumah-rumah sakit itu.
“Progam utama RSUD AWS dan Tarakan tahun ini adalah meningkatkan status dari tipe B menjadi tipe A. Sedangkan RSUD Kanujoso Djatiwibowo dan Atma Husada Mahakam, meminta dukungan anggaran guna kebutuhan sarana dan prasarana hingga penanggulangan utang piutang,” kata Encik yang didampingi dua anggota Komisi IV,  Safuad dan Masitah.
Politisi Partai Golkar ini menambahkan, keinginan keempat rumah sakit tersebut akan didukung penuh Komisi IV, karena selain menjadi sebuah kebutuhan juga berkaitan erat dengan peningkatan pelayanan kesehatan di Kaltim.
Direktur RSUD AWS dr Aji Syirafuddin menjelaskan, pihaknya meminta dukungan DPRD dalam upaya peningkatan kelas dari tipe B Pendidikan menjadi tipe A, karena selain sarana dan prasarana saat ini sangat menunjang, juga dimaksudkan agar semua pelayanan bisa lebih maksimal.
Hanya satu langkah lagi sebenarnya untuk naik menjadi tipe A, mengingat  beberapa sisi telah mumpuni seperti karyawan yang telah mencapai 2.000 lebih, 801 tempat tidur dan akan ditingkatkan menjadi 1.000 lebih serta beberapa bidang lainnya.
“Melalui peningkatan menjadi tipe A diharapkan semua kebutuhan pasien dapat terpenuhi dan bisa diselesaikan. Sehingga tidak ada lagi ketidakmampuan alat maupun dokter spesialis di bidang tertentu, hingga terpaksa harus dirujuk ke rumah sakit di luar Kaltim seperti di Jakarta atau Surabaya,” papar Aji.
Untuk itu pihaknya terus berupaya melakukan pembenahan dan peningkatan di berbagai bidang mulai dari sumber daya manusia seperti menguliahkan beberapa dokter guna mengambil spesialis, hingga infrastruktur rumah sakit dan kelengkapannya.
“Peningkatan tipe harus pula dibarengi dengan kesiapan di berbagai bidang, sehingga pengakuan tidak sekadar menjadi kebanggaan di atas kertas,  melainkan harus mampu menjawab semua tantangan para pasien. Dukungan baik dari Pemprov maupun Dewan sangat diharapkan,” kata Aji.
Keinginan sama disampaikan Direktur RSUD Tarakan dr Wiranegara Tan. Meningkatkan status menjadi tipe A sangat penting mengingat peran vital RS Tarakan tidak hanya bagi warga Tarakan, tapi juga warga di perbatasan. Mendukung keinginan itu, 20 dokter umum di RS Tarakan ditugaskan menempuh pendidikan spesialis.
“RSUD dan warga Tarakan tentu saja sangat mendambakan peningkatan status tersebut, karena semakin meningkatan mutu pelayanan kesehatan terutama untuk menunjang program Kaltim Sehat 2013,” kata Tan. (adv/nin)

Sumber :http://www.sapos.co.id/index.php/berita/detail/Rubrik/15/45618