SLEMAN (Radarjogja.co.id) – Kementerian Kesehatan RI mendorong rumah sakit (RS) di Indonesia memiliki standar akreditasi internasional. Hingga kini baru empat RS yang memiliki sertifikasi Joint Commision International (JCI). Namun belum ada RS pelat merah memiliki standar tersebut.
Direktur Utama RSUP Dr Sardjito, Muhammad Syafak Hanung mengatakan untuk memperoleh sertifikasi JCI, RS harus berupaya meningkatkat mutu pelayanan. Salah satunya adalah meningkatkan kecepatan menunggu pasien. Kepala Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr Sardjito, Trisno Heru Nugroho mengatakan, pemerintah menargetkan memiliki lima RS terakreditasi internasional. Satu di antaranya merupakan RS milik pemerintah. Karenanya, tahun ini RSUP Dr Sardjito menargetkan meraih sertifikasi JCI pada tahun ini.
”Kami telah mempersiapkannya selama dua tahun. Dan tahun 2013 ini RSUP Dr Sardjito telah lulus JCI,” terang Heru di sela sosialisasi JCI Waow Sardjito Bisa di ruang Diklat RS setempat (28/1).Heru mengatakan, untuk mendapatkan sertifikasi tersebut tidak mudah. Dikarenakan penilaian yang dilakukan sangat ketat. Untuk mendapatkan akreditasi tersebut, ujar Heru, RS harus melakukan perbaikan peningkatan mutu pelayanan, SDM, sarana prasarana, administrasi dan komunikasi yang mengarah kepada pencapaian akreditasi international.
Terdapat 14 standar yang telah ditetapkan JCI. Kesemua standar tersebut harus dipenuhi RS.Salah satu standar yang harus dipenuhi, terang Heru, dalam penerapan standar Patient and Family Education (PFE). Peran RS, jelas Heru, tidak hanya sebagai pusat pelayan kesehatan, tetapi harus bisa mengedukasi baik pasien dan keluarga pasien. Edukasi yang dilakukan pun berbagai macam. Salah satunya pola pendidikan hidup sehat.
Perbaikan-perbaikan tersebut, jelas Heru, tertuju pada standar pelayanan pada pasien. Dalam praktiknya, RS harus memberikan pelayanan paripurna hingga sembuh. RS, juga harus meningkatkan standar pelayanan yang aman dan nyaman. Serta menghilangkan terjadinya malpraktek dan medical error.Hanya saja, untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan perubahan mindset dari setiap SDM yang ada di RSUP Dr Sardjito.
Heru mengaku mengubah mindset karyawan inilah yang sulit. Apalagi RSUP Dr Sardjito memiliki karyawan yang jumlahnya mencapai 3.000 orang lebih. ”Mereka harus memiliki semangat bekerja yang awalnya biasa saja menjadi luar biasa,” terang Heru.Untuk meraih akreditasi internasional JCI, RSUP Dr Sardjito dibantu sepenuhnya oleh Kementerian Kesehatan. Dana yang dikeluarkan dalam persiapan memperoleh JCI mencapai Rp 4 miliar. (bhn/iwa)
Sumber : http://www.radarjogja.co.id/berita/utama/27938-sardjito-kejar-standar-jci.html