(Liputan6.com) – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zainal Abidin mengatakan program dokter keluarga yang diujicobakan oleh Pemprov DKI Jakarta sangat diperlukan untuk memperkuat pelayanan primer.
“Program dokter keluarga ini memang sangat diperlukan. Jadi tidak ada masyarakat yang langsung berobat ke rumah sakit, sebelum ditangani oleh dokter keluarga,” ujar Zainal di Jakarta seperti dikutip Antara, Kamis (28/03/2013).
Dokter keluarga, sambung Zainal, harus bertanggung jawab dalam menjaga kesehatan masyarakat yang ada di wilayah kerjanya. Pelayanan seperti ini, kata dia, harus ada sebelum menerapkan konsep jaminan kesehatan bagi masyarakat.
“IDI sangat mendukung adanya konsep dokter keluarga, yang penting adalah bagaimana program tersebut dikerjakan,” jelas dia.
Program dokter keluarga di DKI Jakarta akan segera dimulai di Kelurahan Tanjung Priok dan Marunda, Jakarta Utara. Dokter keluarga akan diberi tugas menjaga kesehatan sekitar 2.000-3.000 jiwa di setiap wilayah tugasnya. Dokter akan bersikap proaktif berkunjung ke masyarakat untuk melakukan berbagai langkah preventif.
“Sebaiknya tidak hanya di wilayah Jakarta Utara saja, melainkan di setiap wilayah. Misalnya dua kelurahan di Jakarta Selatan, Pusat, Timur, Barat maupun Kepulauan Seribu. Sehingga bisa melihat efektif atau tidak program tersebut,” jelas dia.
Program dokter keluarga, kata Zainal, sama seperti yang sudah diterapkan di Belanda. Di mana ketika ada masyarakat yang sakit, langsung mendapat pelayanan primer dari dokter keluarga.
Zainal menambahkan jika DKI Jakarta berhasil menerapkan program tersebut maka bisa dijadikan proyek percontohan sebelum pemerintah menyelenggarakan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) secara menyeluruh pada 2014. (Abd)
Sumber : http://health.liputan6.com/read/547543/satu-dokter-jaga-kesehatan-dua-ribu-jiwa