Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur, Akhmad Sukardi mengaku bangga dengan mampunya RSU dr Soetomo Surabaya yang telah terakreditasi A nasional paripurna.
Apalagi saat ini, RS terbesar di Jatim yang sering disebut sebagai rumah sakit Karangmenjangan ini sedang mengejar untuk berstandar internasional JCI (Joint Commission International).
“Jadi luar biasa semangatnya. Sudah bagus, berkeinginan untuk lebih bagus lagi dengan cara mengejar akreditasi internasional dari JCI. Ini merupakan warisan yang harus diteruskan oleh penerus Direktur lainnya, usai dr Dodo yang akan purna tugas,” ujar Sekda d Surabaya Kamis (11/06/2015).
Tersertifikasinya RS milik Pemprov Jatim itu secara paripurna, mempunyai arti rumah sakit yang berstandar nasional dan ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan nasional. Hal tersebut ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI No. HK.02.02/MENKES/390/2014.
Meski demikian, masih ada pekerjaaan rumah yang harus diselesaikan oleh RSUD Dr. Soetomo, yaitu upaya memperoleh sertifikasi akreditasi JCI. “Dengan upaya tersebut diharapkan RSU dr Soetomo dapat terus menerus menjaga dan meningkatkan mutu dan keamanan dalam pelayanan kesehatan pada pasien, serta meningkatkan mutu dalam pendidikan dan penelitian. Sehingga mampu bersaing secara global terutama di ASEAN,” harapnya.
Sementara, untuk menuju tingkat JCI, RSU dr Soetomo perlu menyusun standar operasional rumah sakit. Seperti menyiapkan sumberdaya manusia, sarana, prasarana, alat, bahan, fasilitas, dan sitem informasi sesuai standar RS rujukan nasional, mengembangkan penapisan teknologi tepat guna secara aktif dengan mengutamakan produk dalam negeri dan riset berbasis pelayanan.
Ditambahkan, Direktur RSU dr Soetomo dr Dodo Anondo mengatakan, untuk bisa meraih akreditasi JCI ada tiga hal utama yang harus disiapkan, yaitu SDM, sarana dan prasarana, serta sistem.
“Kalau SDM dan sitem telah siap. Tetapi untuk sarana dan prasarana, terutama peralatan memang perlu dipersiapkan. Walaupun demikian, peralatan yang masih terbatas dapat disiasati dengan SDM yang mumpuni. Dan diharapkan tahun 2016, akreditasi internasional JCI tersebut dapat tercapai,” pungkas Dodo. @sarifa
Editor: Mohammad Ridwan
Sumber: http://www.lensaindonesia.com/
{module[153]}